|
|
|
Gerbang
|
| |
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA Oleh Gol A Gong* Seorang lelaki bertubuh kurus mematikan alat pemotong rumputnya. Telinganya terasa plong setelah sekitar 2 jam lebih dicekoki bunyi “gggrrkkkkkk…” mesin pemotong rumput. Rambut gondrongnya dikuncir. Keringat yang mengucur di wajahnya diusap dengan punggung... 08 September 2010 - 09:37 |
Arsip...  |
|
|
|
|
|
Pustakaloka |
07 Pebruari 2005 - 19:44 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Gerimis Terakhir: QIZINK LA AZIVA, RESMI MENJADI NOVELIS (0 Komentar) Oleh Ibnu Adam Aviciena
Menjadi penulis, kata orang, siapa saja bisa. Ini terbukti paling tidak dengan tidak adanya sekolah menulis, tetapi banyak penulis lahir. Adalah Qizink La Aziva, pemuda kelahiran Anyer, 5 Januari 1977 yang dinobatkan menjadi novelis dengan terbitnya Gerimis Terakhir.
Pengesahan...
|
|
02 Pebruari 2005 - 17:57 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Kupu-kupu Tak Berkepak: PENGARANG REMAJA GRAMEDIA REUNI    (0 Komentar) Royalti Antoloji Cerpennya Disumbangkan ke Rumah Dunia
KUPU-KUPU TAK BERKEPAK
GM 40104010 - ISBN 979-22-0756-2
Kumpulan Cerpen
Edisi Khusus Ultah GPU Ke-30
200 hlm, 15x21 cm, Rp30.000
***
REUNI
Masih inget Pengarang Remaja Gramedia Pustaka Utama? Itu lho, para pengaragn yang rajin menulis cerita...
|
| |
01 Pebruari 2005 - 13:35 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Irwan Kelana: MEMBIDIK PEMBACA DENGAN HATI (1 Komentar) Catatan Ringan Novel “Meniti Jarak Hati”
Oleh Gola Gong*)
Saat membaca “Meniti Jarak Hati” (MJH), saya menemukan kesulitan menghapal banyak nama. Di halaman awal, mata saya langsung disergap seratusan nama. Irwan kelana (IK) menderetkannya di halaman “Terima Kasih”. Ini semacam strategi marketing, saya...
|
|
01 Pebruari 2005 - 12:39 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Bedah Novel Fahri Asiza: TEROR HUJAN, TEROR KATA-KATA (0 Komentar) Oleh Gola Gong:*)
Ini adalah novel kedelapan belas (menurut pengakuan Fahri lewat email), yang dibuatnya hanya dalam waktu 3 hari setelah ide itu didapat. Berbahagialah Fahri, karena istrinya bisa menyumbangkan ide, walau hanya sebatas judul saja. Menurut pengakuannya, dia bercerita pada istrinya bahwa...
|
|
01 Pebruari 2005 - 12:26 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Novel Dwilogi Gola Gong: SEMANGAT ISLAMI ‘KUPU-KUPU PELANGI’ (0 Komentar) Oleh Ahmadun Yosi Herfanda*
Pacaran yang kelewat batas antara Cindy dan Leo membuahkan janin di luar nikah. Tragedi kemanusiaan pun ditegaskan ketika ayah sang gadis, pengusaha kaya bernama Bram, tidak menerima Leo, pemain band yang dipandangnya sebagai berandalan. Sang ayah memaksa Cindy untuk menggugurkan...
|
|
31 Januari 2005 - 16:55 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 7] TERLIBAT ROY (0 Komentar) Email noMmy
cukup tanah merah
dan kendi berisi air saja
itulah rumahku
peristirahatan abadi
***
Kisah Balada Si Roy yang selalu diawali oleh puisi, kurang lebih banyak mempengaruhi alur hidup saya sekarang...
Saya menikmati BSR sejak duduk di tahun pertama smp dimana pada saat itu saya mencari...
|
|
31 Januari 2005 - 16:52 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 6] TEMAN BERCERITA (0 Komentar) Email Erly Bahsan
Balada si Roy adalah cerita yang menemani saya dalam masa pencarian jati diri masa remaja. Saya membaca cerita ini waktu muncul reguler di majalah Hai sekitar tahun 80-an akhir. Sosok Roy adalah sosok remaja yang independent, berpendirian kuat, dan setia kawan. Petualangannya ke berbagai...
|
|
31 Januari 2005 - 16:50 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 5] MENCARI SOSOK ROY (2 Komentar) Email Leonita GPA
Roy dengan perjalanan-perjalanannya, dengan cara dia mendekati dan menghadapi wanita, dengan kepedulian dia, dengan sifat yang apa adanya, membuat saya benar-benar jatuh cinta padanya, berharap memiliki sosok Roy yang nyata dalam hidup saya.
Maklumlah.. saya mulai membaca Balada Si Roy...
|
|
31 Januari 2005 - 16:22 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Essay Roy 5] ROY, PUISI DAN HARI INI.. (0 Komentar) Oleh Gatot Rahardjo*)
Di manakah
Pemberontak
Engkau bersembunyi?
(Punk Hari Ini, Superman Is...
|
|
27 Januari 2005 - 21:25 (Diposting oleh: Gola Gong)
Catatan Ringan: MELLY, ARRRRRRRGH... (0 Komentar) Oleh Gola Gong*)
Sebelum membaca novel Melly Goeslaw; "Arrrrrgh.", beberapa teman kreatif di RCTI memberi masukan beragam pada saya. Kata Ucu, "Mestinya sebelum
menulis di luar pakem, Melly harus tahu dulu cara menulis yang bener. Kasarnya gini, kalo mau bikin yang 'salah', harus tahu dulu dong yang...
|
|
27 Januari 2005 - 21:04 (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
Ngerumpi Kumcer “Pacarku Ahwat”: IDEALISME SEORANG AHWAT (0 Komentar) Oleh: Wangsa Nestapa*
Hei, lihatlah dunia!
Penuh ancaman dan marabahaya
Ia akan menggigitmu
hingga luka berdarah nanah nantinya
Apakah kau menginginkannya?
Jika tidak, maka ikutlah aku
***
Analogi ini saya dapatkan sesaat setelah ‘menutup’ kumpulan cerpen (kumcer) “Pacar Akhwat” karya Syamsa...
|
|
27 Januari 2005 - 20:35 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Coretan Kecil "Loving U": MOGA AJA KAGAK (0 Komentar) Oleh Aji Setiakarya*
Bedah Novel “Loving U” Karya Adzimattin Nur
Penerbit Cakrawala Publishing
(Dibacakan pada “Jumpa Penulis” Rumah Dunia, 30 Januari 2004, Jam 13.00 – 16.00)
***
Ketika Saudara melihat saya duduk di depan (tempat diskusi ini), maka penilain Saudara akan berbeda dengan, ketika saya...
|
|
26 Januari 2005 - 18:10 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 5] SAYA JADI PENGARANG (0 Komentar) Oleh Gola Gong
Akhirnya setiap hari Selasa, serial “Balada Si Roy” karya saya, selalu muncul di majalah HAI. Di ujung malam saya bersujud di sajadah, mengucap syukur pada Allah. “Telah Engkau tunjukan jalan-Mu, ya Rabbi..., jalan dimana kelak saya akan beribadah... Terima kasih, ya Rabbi...!” tak...
|
|
26 Januari 2005 - 17:04 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 4] MENCARI JATI DIRI (0 Komentar) Email Adek Rezi
Dari judul2-nya kita bisa nebak bahwa ini adalah ttg perjalanan keliling seorang remaja. Ga salah sih, karena memang disini diceritakan si Roy ini melakukan perjalanan mulai dari kota kelahiran
dia Bandung, trus hijrah ke Serang-Banten (satu kota yang bener2 pengen aku kunjungin), trus dia...
|
|
20 Januari 2005 - 21:27 (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
RUMAH DUNIA MAKAN “BROWNIES” DI TIGA SERANGKAI (1 Komentar) Catatan Ringan Grand Opening
Banten setelah paska provinsi memang luar biasa. Selain dicap sebagai provinsi termuda paling terkorup, juga diwarnai dengan geliat masyarakatnya yang haus akan informasi. Dua koran lokal; Radar Banten dan Fajar Banten menangkap peluang ini. Setiap hari, berita-berita busuk dari...
|
| | |

Supported
by Intervisi didukung oleh
RumahSehat.com |
|