02 Agustus 2007 - 22:15 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
PESTA ANAK RUMAH DUNIA KELIMA DAN BEASISWA
Oleh Rimba Alangalang
Pagi itu tanah,daun-daun masih basah oleh embun dan sisa hujan kemarin sore. Balon-balon dan hiasan dari kertas krep yang telah terpasang di atas panggung melambai-lambai tertiup angin. Kalau di lihat secara seksama layaknya akan mengadakan pesta ulang tahun saja. Tapi saya pikir sama saja. Toh ini adalah acara pesta juga, pestanya anak-anak. Lebih rame tentunya dengan banyak balon dan kertas yang berwarna-warni menghiasi panggung, lebih imajinatif. Saya juga yakin, di pagi yang basah itu tidak banyak orang yang “ngeh” bahwa hari itu bertepatan dengan hari anak nasional.
BEASISWA
Sudah kami duga sebelumnya, Minggu, 23 Juli 2006, sekitar seratusan anak dari Kesuren, Ciloang, Kubil, Tegal Duren, pandeglang, Balaraja, dan Tangerang bakal menyerbu Rumah Dunia untuk ikut serta merayakan “Pesta Anak Rumah Dunia Lima”. Karena seminggu sebelum pelaksanaan mereka mendaftarkan diri untuk ikut berbagai lomba yang kami adakan seperti lomba halang rintang, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba masukin paku ke dalam botol, lomba masukin belut ke dalam botol, lomba balap kelereng, lomba acting, dan lomba injak balon. Dan yang paling banyak diminati adalah lomba makan kerupuk.
Pada pada hari pelaksaan pun kami masih membuka pendaftaran bagi yang belum mendaftar. Acara kami buka pukul 08.30. yang membuka acara adalah Kurnia Hidayat, Ketua RT Komplek Hegar Alam Ciloang. Acara pembukaan itu ditandai dengan pemecahan balon oleh Ketua RT. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian beasiswa kepada empat orang anak-anak Rumah Dunia; Deden (sedang menunggu hasil tes SPMB di Untirta), Roy (SMP PGRI 2 Serang), Saripah, Nia (SMPN 3 Cipocok Jaya) dan Ain (SMKN 1 Serang). Yang mengejutkan Sri dan Tuti, anak Ciloang yang aktif di Rumah Dunia mendapatkan beasiswa ke SMK Muhammadiyah Serang.
Menurut Rosyati, guru MTsN Serang, “Hj. Mastuah, Ketua PD Aisyiah Serang menanggung SPP Sri dan Tuti. Tapi mereka masih mempunya masalah, yaitu ijazah mereka belum bisa diambil karena masih menunggak biaya sekolah.” Sri dan Tuti adalah lulusan MTsN Serang. Bahkan ironisnya, Tuti sudah 2 tahun menganggur. Uang kas Rumah Dunia sudah tidak ada lagi dana untuk mendukung mereka.
PESTA
Halaman: [ 1 ] 2  
|