07 Agustus 2007 - 09:08 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
SENIMAN TAGIH JANJI TAUFIK
Oleh Fierly – Wartawan Banten Raya Post
Dimuat di Banten Raya Post - Selasa 7 Agustus 2007
SERANG – Polemik pembangunan taman budaya yang digagas sejumlah seniman di Banten mendapat respons positif Bupati Serang Taufik Nuriman. Kendati demikian, Taufik menyangkal jika dirinya pernah mengumbar janji untuk membangun gedung budaya dimaksud, sebelum dia menjabat sebagai orang nomor satu di Pemkab Serang, dua tahun silam.
“Saya tidak pernah berjanji apapun. Namun, pada prinsipnya saya setuju. Tinggal dibutuhkan persetujuan DPRD Serang saja,” kata Taufik Nuriman kepada Banten Raya Post, Senin (6/8).
Taufik mengusulkan para seniman yang terorganisir lewat satu wadah menyerahkan proposal yang berisi set plane gedung kesenian dimaksud. Hal itu, katanya, untuk memudahkan Pemkab Serang menyusun anggaran serta rencana lokasi bangunan.
“Saya tunggu proposal dari mereka,” ujarnya mengakhiri percakapan.
Saat pernyataan Taufik itu dikonfrontir, pendiri Rumah Dunia, Gola Gong, menanggapinya dengan nada tinggi. Gong mengatakan, saat mencalonkan diri sebagai bupati, tanggal 23 Maret 2005, bersama pasangannya Andy Sujadi, Taufik menandatangani kontrak politik dengan sejumlah seniman di Rumah Dunia di kawasan Ciloang, Serang.
“Salah satu klausulnya menyebut pendirian gedung kesenian. Jadi itu merupakan agenda politik mereka yang kami (seniman-red) tagih,” jelas Gong.
Saran untuk membuat proposal terlebih dahulu juga dikritik Gong. Katanya, saran itu sama saja melecehkan profesi seniman. “Jadi selama ini apa fungsi eksekutif, jika membuat rangka gedung kesenian saja masih nyuruh seniman. Kan bupati itu punya aparat, suruh saja mereka melakukan hal itu,” sindir Gong.
Ditanya tentang arsitektur gedung kesenian yang dikehendaki para seniman, Gong mengaku tak perlu megah. Asalkan, mampu menampung setiap ekspresi seni. “Kami tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Cukup gedung terbuka yang representatif. Cocok untuk pameran lukis dan patung, pagelaran teater, hingga lomba baca puisi,” jelas Gong.
Kata Gong, bagaimanapun nanti bentuk gedung kesenian itu, harus berada tepat di jantung Kota Serang. “Jangan dibuat di pinggiran. Gedung itu nantinya akan menjadi simbol budaya Banten secara keseluruhan. Gedung Serba Guna (GSG) atau Aula Setda Pemprov Banten juga layak dialihfungsikan menjadi gedung kesenian,” katanya.
Diketahui, gagasan pendirian gedung kesenian, Taman Budaya, dan juga Perpusda Banten, kembali mencuat menyusul pertemuan puluhan perupa dan sastrawan Banten di Rumah Dunia, Sabtu (4/8) lalu.
*) Foto saat relawan Rumah dunia mempersiaokan panjat bambu di Pesta Anak 6; 28-29 Juli lalu.
 
|