24 Januari 2005 - 18:25 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 3] BEPERGIAN KECIL-KECILAN:
Email Taufik Andri
Saya salah seorang pengagum Roy, anak muda penuh gairah yang kenyang nilai-nilai kemanusiaan lewat petualangan hidupnya. Ada kenangan tersendiri saat ingin meniru Roy. Dari kebiasaan-kebiasaan, bertualang (saya dan beberapa kawan menyebutnya bepergian kecil-kecilan, petualang kaki lima), gaya pakaian hingga istilah-istilah khas yang sering diucap Roy. Tapi itu dulu, meski saya masih melihat relevansinya hingga sekarang.
Namun saya kok melihat Roy lebih pantas hidup dalam nuansanya sendiri tanpa kungkungan genre spiritualitas seperti yang mas Gong tulis di milis flp -yang saya ikuti-. Saya kira, memang begitulah Roy. Kecuali jika memang Roy adalah metamorfosa nyaris sempurna -prototype mas Gong sekarang. Atau memang benar dugaan saya terdahulu bahwa Balada Si Roy adalah karya semi-fiksi setengah-fakta? Artinya sebagian proses perenungan, penjelmaan hingga penulisan Roy adalah bagian dari kehidupan mas Gong? Saya kira jawaban pertanyaan ini akan menjernihkan rasa penasaran saya sekaligus judgement (rewel) saya soal how's Roy still be.
Tapi, sudahlah. Semuanya toh tetap baik. Pun dalam perspektif profetik ala mas Gong sekarang. Btw, kenapa Roy "dimatikan?" Apakah Roy tak mungkin jadi dewasa? Atau memang hidupnya hanya sebatas lenguh kerbau dan genangan lumpur sawah? Atau bahkan jangan-jangan Roy bakal tak menoleh-, saat kita memanggil keras-keras seorang pemuda gondrong berpeluh yang tengah membajak sawah di pedalaman Banten?
Salam takzim,
(Taufik Andrie, pembaca “Balada Si Roy”)
***
 
|