25 Agustus 2007 - 23:24 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
JIHAD TERLARANG
Judul : Jihad Terlarang, Cerita dari Bawah Tanah
(Kisah Nyata Mantan Aktivis Islam Garis Keras)
Penulis : Mataharitimoer
Penerbit : Kayla Pustaka, 380 hlm, Rp 44.000,-
Dapatkan di toko buku online: www.benggala.com, www.kaylapustaka.com, www.nunpublisher.com, www.bismikabooks.com
Kisah dalam buku ini didasarkan pada pengalaman nyata penulisnya, Mataharitimoer, seorang mantan aktivis NII (Negara Islam Indonesia) yang “bertobat”. Selama 10 tahun ia hidup di “bawah-tanah”, berkelana dari kota ke kota, demi mewujudkan cita-cita mendirikan negara yang berdasarkan syariat Islam di Indonesia, dengan cara-cara yang kurang lazim dan asosial.
Penulis mewujudkan dirinya sebagai seorang remaja beranjak dewasa bernama Royan. Ia menyimpan dendam pada Tuhan dan tentara, yang merenggut nyawa bapaknya pada Peristiwa Tanjung Priok, 1984. Pada tahun 1988, ia bergabung dengan pergerakan Islam underground, yang ingin mendirikan Negara Islam dan menggulingkan rezim yang dianggap thagut alias setan. Muslim yang tidak mengikrarkan syahadatnya kembali, dituding kafir.
Sejak bergabung dalam pergerakan, ia hidup bergerilya, berkelit dari incaran, gerebekan, dan penculikan intelijen. Di tengah-tengah perjuangan antara hidup dan mati, ia justru menyaksikan banyak kezaliman di tubuh pergerakan. Ia tak sepakat dengan sikap ketaatan jamaah yang berlebihan kepada pemimpinnya. Ia menentang larangan pemimpin bagi para kadernya untuk jatuh cinta dan memilih pasangan mereka sendiri. Kalaupun menikah, itu harus dengan persetujuan atasan, dan wajib membayar infak yang jumlahnya sering tak sanggup ditanggung oleh para kadernya.
Royan pun tak setuju jika jamaah “dipaksa” mencari infak dengan berbagai cara asal disetor 100% kepada pemimpin pergerakan. Ia menentang sikap jamaah yang suka menganggap harta yang dimiliki masyarakat boleh dirampas karena alasan fa’i (rampasan perang). Pergerakan menganggap, masyarakat negeri ini masih hidup dalam kekafiran, sehingga merampok harta mereka adalah tindakan halal. Abu Qital dan Abu Shoffan serta Imam, para atasannya, mencoba membungkamnya dengan fitnah, teror, penculikan, bahkan uang sogokan. Pengalaman-pengalaman traumatis itu membuat Royan “tersadar” dan segera keluar dari pergerakan yang selama ini dianggapnya sebagai kebenaran tunggal. Ia berjalan sendiri dalam kesunyian, dan mulai mencari makna sejati jihad dan Kebenaran ...
TESTIMONI:
Novel ini menarik karena dua alasan. Pertama, alur ceritanya diangkat dari pengalaman aktual dalam sebuah dunia yang penuh misteri, ganas, eksklusif, mengatasnamakan Tuhan—sebuah perbuatan yang berlawanan dengan seluruh ruh Alquran tentang cara damai dan beradab dalam mencapai sebuah tujuan. Kedua, menempuh jalan kekerasan dalam pengalaman politik Indonesia ujung-ujungnya hanya satu: malapetaka.
—Ahmad Syafii Maarif, Sesepuh Muhammadiyah
Makna jihad yang sering dipahami dengan salah kaprah oleh banyak orang dibongkar dengan unik oleh Mataharitimoer .
Halaman: [ 1 ] 2  
|