08 September 2007 - 08:10 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Antologi Cerpen Gola Gong: MUSAFIR
Satu lagi karya terbaru Gola Gong! Abtologi Cerpen Gola Gong: MUSAFIR. Penerbit Madani Prima, September 2007 Bandung. Cocok untuk mengisi waktu di saat senggang puasa.
buku ini terbit pertengahan September 2007 ini, untuk menyambut bulan suci puasa. Memuat cerpen-cerpen Gola Gong yang pernah dipublikasikan di Republika, Radar Banten, majalah paras, Muslimah, tabloid Fiqri, dan Annida antara lain:
1. Kidung Pagi di Pasar Klewer
2. Musafir
3. Jalan Terang Sahabat
4. Di Bawah Langit Kabah
5. Ketika Harus Memilih
6. Pulang dari Haji
7. Gadis Pemulung Masuk Televisi
8. Suatu Siang di Teras Masjid
9. Ketika Fajar Sudah Tak Ada
10. Suara Sang Bilal
11. Menembus Langit
12. Cinta Bersemi
13. Surat Wasiat
14. Di Ujung Tahun
15. Maudy dan Kakek
Menulis untuk apa?
Harta, jabatan, popularitas, DAKWAH?
MENGAPA MENULIS?
Niat hati?
Tujuan menulis apa?
Isi tulisan itu apa?
Gola Gong menginginkan tulisan kita itu ibarat jalan setapak yang bisa membawa orang ke mata air. Atau nyala lilin di kegelapan.
KEBATILAN BAGAI OMBAK MENERJANG KITA!
Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.
- KORUPSI
- DEKADENSI MORAL
- LIBERALISME
- KONSUMERISME
- TIPU MENIPU
- PENINDASAN
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MEMPERBAIKI KEADAAN?
BERPANGKU TANGAN?
MENONTON SAJA?
JADI ORANG KALAH?
APATIS?
PERMISIF
Maka menulislah!
Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah. Ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri,kehidupan menjadi tidak terarah. (dari perkataan Qatadah, tafsir al-Qurthubi, 2002)
Antologi cerpen MUSAFIR karya Gola Gong adalah obat lain untuk membuat kita bercermin, bahwa betapa banyak hal-hal terjadi di sekeliling kita.
Selamat membaca! 
|