26 Maret 2008 - 16:52 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
PESONA CLEOPATRA TAK PUDAR DI BANTEN
Oleh Edi Hudiata
Membincang Film “Ayat-ayat Cinta”
Huaaaaaahhh...
Rupanya sudah lama saya tertidur pulas di atas perjalanan hidup yang kian cepat bergerak. Tertidur tanpa memejamkan mata apalagi bermimpi indah. Entah saya seperti orang kebingungan, menyaksikan banyak hal menarik tapi tak bisa dituangkan dalam tulisan. Mendengar banyak kisah ajaib, tapi juga belum bisa dituliskan. Keinginan menulis selalu menderu setiap saat, setiap terlintas ada yang menarik untuk ditulis. Tapi, entah kenapa setiap kali duduk di depan komputer dan jari tangan sudah berada di atas keyboard, fikiran dan tangan tiba-tiba kaku. Rasa malas menghinggap, dan saya pun mematikan komputer lagi.
Kira-kira sudah hampir lima bulan saya mandeg. Kawan saya, Abdul Latief yang sekarang justru sedang rajin menulis perjalanan hidupnya keliling Indonesia karena tugasnya sebagai trainer di sebuah perusahan besar nasional, mengirimkan sms: “Udah lama gw ga baca tulisan lo lagi. Kenapa?”, ia menambahkan dengan asal menebak alasan saya jarang menulis: “Ada masalah sama cewek yah?”. Hehe... dalam hati saya tertawa, bisa-bisanya Abangku ini menebak tanpa dasar.
Kali ini saya ingin berbincang tentang film yang tengah menjadi buah bibir, bukan saja di kalangan remaja atau muda-mudi yang tengah asyik menikmati masanya, tapi film ini dibincangkan oleh semua orang, dari anak-anak sampai orang tua. Itu bisa saya pastikan saat kemarin saya menyaksikan di bioskop Twenty One Mal Cilegon. Kesan pertama saya begitu sampai di lobi bioskop: Waw! Bahkan kesan itu sesungguhnya sudah saya rasakan sejak memasuki pelataran parkir Mal Cilegon. Baru kali itu saya melihat pelataran parkir Mal Cilegon padat hingga ke areal paling belakang.
Decak kagum saya bertambah saat saya tahu bahwa ternyata untuk film Ayat-ayat Cinta ini disediakan khusus dua studio! Studio satu dan dua. SubhanalLah, bersyukurlah Habiburahman el-Shirazy sang penulis novel Ayat-ayat Cinta itu. Rupanya film ini telah dinanti penggemarnya sejak lama. Saya sampai di loby kira-kira pukul 15.00, dan tiket di studio satu sudah terjual habis bahkan untuk pemutaran film pada pukul 21.00 WIB nanti. Sementara saya harus antre panjang mendapatkan tiket untuk pemutaran film pada pukul 18.20 WIB.
Halaman: [ 1 ] 2  
|