16 Juni 2008 - 06:14 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
KEMENANGAN NYATA ANAK ANAK INDONESIA
Kecil-kecil Punya Karya
Penulis cilik Asal Serang, Banten, Nabila Nurkhalishah Harris, putri pasangan Gola Gong – Tias Tatanka diundang oleh Penrebit Mizan untuk ikut dalam acara ”Deklarasi Penulis Cilik Indonesia” di Pesta Buku Jakarta, 5 Juli 2008. Acara yang bertempat di Ruang Anggrek itu berlangsung pukul 10.00 WIB, akan dihadiri oleh penulis cilik lainnya seperti Abdurahman Faiz, Sri Izzati, dan Caca. Ini adalah kabar bagus bagi perkembangan dunia literasi di Serang khususnya dan Banten umumnya, yang sedang getol-getolnya mengusung ”Banten Membaca” yang dimotori Rumah Dunia.
KARYA ANAK
Seri Kecil Kecil Punya Karya, adalah sebuah seri yang menerbitkan buku yang ditulis oleh anak anak Indonesia. Buku ini berisi kumpulan cerita pendek, novel, puisi, illustrasi, dan cerita yang diangkat dari kisah nyata. Untuk menerbitkan tulisan di seri ini, penulis harus berusia maksimal 12 tahun ketika tulisan itu dibuat. Sementara buku mengalami proses setting di penerbit, dan penulis sudah melampaui usia maksimal, maka usia penulis yang dicantumkan, adalah usia ketika ia menulis buku tersebut.
Seri ”Kecil-kecil Punya Karya” pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. SedangkanNabila Nurkhalishas Harris yang biasa disapa ”Bella”, yang kini di Kelas 5 Jungle Peace, SD Peradaban Serang, ketika menulis ”Beautiful Days” (Mizan, Desember 2006, kini cetakan kelima) sejak berumur 7 tahun.
Kata Bella, ”Novel pertama Bella (Beautifull Days – red) ditulis setahun, lho. Waktu itu umur Bella 7 tahun. Dikirim ke Om Ali Muakhir di Mizan sama Papah tahun 2006. Nunggu dicetak, lama. Setahun. Pas umur Bella 9 tahun diterbitkan. Jadi nggak bisa rekor MURI kayak Qurrota Aini.”
Bagi Gola Gong, novel Bella adalah novel anak yang ditulis oleh anak-anak. ”Ini luar biasa. Saya pernah nulis novel anak berjudul ’Jendral Kecil’, diterbitkan Mizan pada 2006. Tapi, gagal. Saya salut sama Mizan, karena sudah memberi kesempatan kepada para pnulis cilik. Dulu ketika kecil, saya juga sudah menulis cerita, tapi tidak ada penerbit seperti sekarang. Kesempatannya belum ada. Sekarang banyak. Maanfaatkanlah sebaik mungkin bagi anak-anak,” Gong panjang lebar bicara.
BANJIR NASKAH ANAK
Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional.
Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak.
Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Juga Nabila Nurkhalishah Harris yang di novelnya ditulis dengan nama panggilan ”Bella”, sudah banyak mengisi acara di Metro TV, O Channel, dan Trans TV, Bahkan diundang sekolah SDIT Aisyah Tangerang dan beberapa sekolah lainnya di Banten.
Halaman: [ 1 ] 2  
|