02 November 2008 - 02:15 (Diposting oleh: Gola Gong)
DIRIKAN GEDUNG PERPUSTAKAAN!
Banten Raya Post - Edisi Senin 3 Nov 2008
Rumah Dunia akan menggelar hajatan “Ode Kampung #3” (OK 3) pada 5 - 7 Desember 2008! Pada OK 3 ini tujuannya mempererat semangat antar relawan komunitas literasi se-Nusantara. “Tema besarnya, dukung gerakan literasi lokal!” Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus Ketua Pelaksa OK3 menjelaskan.
LITERASI LOKAL
Hal itu ditegaskan lagi oleh para relawan Rumah Dunia pada Sabtu (1/11) malam, yang menggelar rapat pematangan agenda OK 3. “Tujuan finalnya, mendorong pemerintah daerah mendirikan gedung perpustakaan yang layak!” kata Romzee, sekretaris OK 3 .
Pada hari pertama, Jum’at (5/12) digelar diskusi “Membudayakan Minat Baca Masyarakat”. Pembicara Dr. Imam B. Prasodjo (Sosiolog), Prof. Dr. Tihami (rektor IAIN SMHB), dan Yessy Gusman (Praktisi komunitas baca). Tema ini relevan dengan kondisi di Banten. ”Minat baca masyarakat Banten sangat tinggi. Tapi, gedung perpustakaannya tidak layak. Masih ngontrak, kecil, pengap, tidak ada internet lagi! Mirip gudang!” sindir Romzee, yang juga pelajar kelas 3 MAN 1 Serang.
Hari kedua (Sabtu, 6/12) tema diskusi “Kiprah Pemerintah dalam Mendukung Komunitas Literasi”. Pembicara Kadindik Banten, Wien Muldian (Pustakawan, aktivis literasi), Angelina Sondakh (Anggota DPR RI) atau Tantowi Yahya (Duta Baca). Dikusi ini akan membicarakan tentang taman-taman baca masyarakat (TBM), yang menjamur di negeri ini serta mendapat kucuran dana dari pemerintah. Bagi para pengelola TBM di Banten siap-siap hadir, ya.
SOSIAL
Masih di hari kedua, beberapa pakar penerbitan seperti Hernowo (Mizan), Bambang Trim (Salamadani), dan Niken (Grasindo) akan membicarakan ”Peranan Penerbit dalam Mendukung Gerakan Komunitas Literasi”. Trend di komunitas sekarang menerbitkan buku dengan modal patungan. Sifatnya kerja sosial. Buku itu dijual secara berantai, syukur-syukur modal kembali dan dipakai lagi menerbitkan buku yang lain.
Paling seru diskusi ”Tanggung jawab Pers dalam Mendukung Gerakan Literasi”. Pembicara MW. Fauzi (Pemred Banten Raya Post), Odien Rosidin (dosen Untirta), dan Jodhy Yudono (Kompas Cyber Media). Kali ini menyoroti sepak terjang pers dalam menggunakan media bahasa di korannya. ”Kadangkala ada wartawan yang ingin gampan saja dalam menulis berita. Biasanya disingkat seenaknya saja. Ini termasuk ’dosa pers’!’ MW Fauzi mengomentari.
Fenomena lainnya di dunia literasi adalah penulis yang membagi waktu menulis dengan kerja sosial mendirikan taman baca. Yaitu diskusi ”Penulis dalam Membangun Gerakan Sosial” pada Sabtu (6/12) sore. Pembicara: Anwar Holid (Rumah Buku, Bandung), Asma Nadia (Rumah Cahaya, Depok) dan Halim HD (pekerja kebudayaan). Menurut Firman, “Penulis sebaiknya membuat perpustakaan, karena itu bagian dari regenerasi atau pelestarian bahasa.”(*)
 
|