About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Pustakaloka

07 April 2009 - 23:56   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
SPIRITUAL READING: MENGINGATKAN TENTANG PRIORITAS BACAAM
Oleh Langlang Randhawa*

Judul : Spiritual Reading; Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari
Penerbit : Aqwam
Tahun Terbit : 2007
Tebal : 208

Ragam metafor kerap dipakai orang manakala membicarakan aktivitas baca membaca. Sebagaian mengatakan, membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah gudang ilmu. Membaca menghapus kebodohan. Membaca adalah anu. Membaca adalah bla bla. Begitu kaya perumpamaan yang telah dilahirkan para pembaca. Anda pun bisa melahirkannya. Kerena memang tak ada larangan.

Bagi saya, bacaan adalah racun yang mengobrak-abrik tatanan segi pemikiran seseorang. Baik menjungkirbalikkan yang baik menjadi buruk atau sebaliknya. Buku bisa menyakiti. Buku juga bisa menjadi penawarnya. Akibat membaca, Muslim jadi Kafir. Kafir menjelma Muslim. Laki-laki alim menjadi bocah urakan. Si urakan mendadak alim. Gadis berjilbab menjadi seksi, dan si seksi segera berjilbab. Begitulah bacaan mengaduk-aduk otak pemahaman kita.

Secara khusus tulisan ini saya persembahkan kepada umat Islam. Sejarah telah mencatat bagaimana bacaan menjadi pegangan ideologi yang bermula dari gagasan individu merambat menjadi kepercayaan berjamaah. Kita mengenal bangsa Yahudi dengan Negara Israelnya. Barangkali Israel tidak akan pernah ada di muka bumi ini jika seandainya Benyamin Se’eb alias Theodore Herzl tidak menulis buku tipis bertajuk Der Judenstaat (The Jewish State). Bersama karya fiksinya yang berjudul Altneuland (Old New Land), buku ini telah menginspirasi jutaan orang Yahudi untuk bergerak mendirikan negara Israel dengan merampas hak-hak warga Pelestina. (Mohammad Fauzil Adhim, 2005)

Bacaan yang bergenit-genit. Genit isinya. Genit penulisnya. Genit ideologinya. Hal itu tentu saja membuat pembacanya menjadi genit nan centil pula. Saya sarankan, segera “lempar” dulu bacaan itu sekarang juga. Tapi sayangnya tidak sedikit orang yang mengaku ingin mengusung dan mendongkrak wawasan diri malah asyik menikmati bacaan itu. Lalu diceritakanlah kegilaan di buku itu. Blar.. dan seketika virus gendeng sudah menular cepat dengan indikasi retorika menggebu dan penampilan berdebu. Tak ada kesedihan yang besar menimpa bumi selain orang gila yang cerdas menyebarkan penyakit gila secepat merebaknya kentut. Jadi membaca jangan asal baca. Lantas, buku seperti apa yang harus dibaca jika demikian? Bukankah dengan buku kita seolah mengarungi laut lepas?

Jawabannya, semua buku harus dibaca. Betul jika membaca adalah mengarungi laut lepas demi mencapai pantai indah kecerdasan. Hanya saja persiapkan diri Anda sesiap-siapnya untuk membaca. Selayaknya orang hendak mengarungi lautan, meski tidak memiliki wawasan navigasi dan ketahanan hidup di laut, paling tidak ia mempunyai kemampuan berenang yang mumpuni. Bahasa anak muda sekarang, silahkan gaul asal jangan lebur.

Halaman:  [ 1 ]  2  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 626 | Refer: 0 | Print: 83 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
MENERBITKAN BUKU ITU GAMPANG – 25 Juli 2009 - 02:19
PAKET KREATIF ALA RUMAH DUNIA – 06 Juli 2009 - 21:24
ALI TOPAN TAMAT, MUNCUL BALADA SI ROY – 02 Juli 2009 - 00:29
16 MEI LELANG BALADA SI ROY DI WORLD BOOK DAY – 14 Mei 2009 - 00:00
23 MEI HARI KEBANGKITAN BUKU RUMAH DUNIA – 13 Mei 2009 - 23:58

Sebelumnya:
UNI CS INGIN BIKIN BUKU KUMPULAN PUISI – 11 Maret 2009 - 23:07
ASMA NADIA DI RUMAH DUNIA 7 MARET, 13.30 WIB – 06 Maret 2009 - 00:22
Jilbab Traveler: MIMPI YANG BERAWAL DARI PINTUNKULKAS – 06 Maret 2009 - 00:14
PENGUASA, BUKU DAN PERADABAN – 18 Pebruari 2009 - 07:18
RAHEL MEMBAJAK TANAH DENGAN PENA DI KAMPUNGNYA – 26 Januari 2009 - 01:13

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004