06 Juli 2009 - 21:24 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
PAKET KREATIF ALA RUMAH DUNIA
Oleh Jang Rudun
Apa yang dilakukan Rumah dunia dalam menggali dana? Beragam cara! Apa saja? Kepingin tahu? Oke. Pertama: menulis kumpulan cerita pendek. Apa saja yang sudah ditulis? Ada sekitar 5 buku kumcer, yang ditulis oleh para relawan Rumah Dunia. Yaitu "Kacamata Sidik" (Senayan Abadi, 2004), Masih Ada Cinta di Senja Itu (Senayan Abadi, 2005), Padi Memerah (MU:3, 2005), Harga Sebuah Hati (Akoer, 2006), Dongeng Sebelum Tidur (Gramedia, 2006), Cinta Lelaki dan Peluru (Tiga Serangkai, 2008). Seyiap menulis menyumbangkan royaltinya ke kas Rumah Dunia sebesar 50%..
Kemudian dalam penggalangan dana pembebasan tanah Rumah Dunia seluas 2873 m2, yang digulirkan sejak 20 April 2009, selain mengetuk hati teman-teman di mailing list, komunitas, serta facebook, yang kini sudah terkumpul sejumlah Rp. 157.553.779, juga membuat paket kreatif ala Rumah Dunia, yaitu penjualan CD album dan buku bergaya indi label..
Nah, bagi facebookers, jika berkenan ingin menyumbang semeter atau 2 meter persegi tanah untuk perluasan areal Rumah Dunia (@ Rp. 250.000,-m2), kami menjual PAKET KREAIF ALA RUMAH DUNIA, yang mustahil bisa didapat di toko-toko di seantero jagad. Paket ini eksludif, trebatas, dan tentu unik. Paket ini memenuhi kriteria car berpikir oput of the box; something new, unique, crazy idea, different, dan sebansanya.
Apa saja PAKET KREATIF ALA RUMAH DUNIA, yang tidak ada duanya itu? Mari kita lihat. Yuk… :
1. CD album musikalisasi puisi Ki Amuk berjudul "Mencari Pelangi" (Rumah Dunia, berisi 10 puisi karya penyair Banten. Puisi-puisi itu diaransemen Firman Venayksa cs dan diproduseri Lawang Bagja. Uniknya, Lawang Bagja adalah relawan Rumah Dunia, yang diangkat jadi duta besar Rumah Dunia di Dubai. Lawan Bagja dikirim ke Dubai atas nama rakyat, untuk berbisnis pasir gurun Dubai.
2. Kumcer "cinta Lelaki dan Peluru" (Tiga Serangkai, 2008). Berisi 10 cerpen berjudul: Pelangi Jatuh di Kotaku (Gola Gong), Dajjal Telah Datang (Ibnu Adam Aveciena), Cinta Lelaki dan Peluru (Tias Tatanka), Negeri Pantat (Rimba Alangalang), Diselesaikan oleh Khidir (Toto ST Radik), Negeri Klenik ( Arphi Albantany), Bunglon (RG Kedung Kaban), Bendera, Pamflet dan Stiker Partai di Halaman Rumah Kita (Firman Venayaksa), Penguasa (Iman Nur Rosyadi), Mandi Lumpur (Adkhilni M. Sidqi). Kesepuluh cerpen ini cocok sekali dibaca di saat suhu politik di negeri ini sedang hot-hotnya. “Ini kumcer politik!” Firman Venayaksa sesumbar.
Halaman: [ 1 ] 2  
|