29 September 2009 - 00:44 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
“RUNTUHNYA MENARA AZAN “ DI BANTEN
Posted by: "uus bustami" uus_bustami@yahoo.co.id
Sebuah buku yang menarik .
"Runtuhnya Menara Azan", Novel yang ditulis oleh Yanti Soeparmo dan dipublikasikan oleh Mizan 17 Pebruari 2009 tersebut kembali membuka kenangan kita tentang peristiwa 'Geger Cilegon 1888.'
seperti apa yang ditulis oleh Gola Gong dalam cover buku tersebut :
---"Inilah roman sejarah berlatar Banten setelah Max Havelaar (Saija Adinda) karya Multatuli. Semoga dapat membuka harta karun kisah-kisah heroik Banten lainnya untuk ditulis dalam bentuk fiksi"---
sedikit pendapat saya :
Yanti Soeparmo atau Parianti Indriani, bukan orang Banten, Ia lahir di Pariaman Sumbar dan mengenyam masa kuliah di APT Tanjung Sari Sumedang. Yanti Soeparmo menuturkan roman sejarah Geger Cilegon 1888 dari sisi yang lain. yang saya suka, tulisannya mengesankan sebuah netralitas dalam sejarah pergolakan pada waktu itu.
sisi kemanusiaan dari kehidupan seorang Belanda pada waktu itu diangkat, Ia coba menyampaikan kejernihan pemikiran tentang sebuah arti perjuangan bangsa. ini membuka nurani yang selalu saja ingin kita hindari, karena mereka adalah 'penjajah' negeri ini.
semoga roman ini menjadi sebuah dorongan semangat buat para penulis Banten. tentu saja kita semua menunggu, ada (lagi) penulis Banten yang mengangkat sejarah perjuangan Banten, seperti kata Gola Gong di atas '....untuk ditulis dalam bentuk fiksi'.
satu lagi kesan saya,
dalam paragraf terakhir halaman terakhir, Sara, salah seorang tokoh dalam roman ini berdoa :
---Ya Allah, mohon datangkan seorang Ibrahim untukku yang mencintai-Mu, mencintai Rasul-Mu, mencintai keluarga, dan mau berjuang menempuh jalan pendakian yang berat dan sulit demi kemaslahatan umat.Seperti para syuhada Banten.Amin. ---
syuhada Banten?.
hmmm ... dimanakah keturunan para syuhada Banten?
-UUS
 
|