About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Kliping

02 Januari 2010 - 17:27   (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
PANGERAN SURYA DAN UNTIRTA
Baraya Post, 30 Desember 2009

Oleh Firman Venayaksa

Menggali masa lampau untuk membidik masa depan adalah ikhtiar akademik yang tak terbantahkan bagi kita, orang-orang yang rindu berbasah-basah menyelami lautan ilmu pengetahuan. Seperti halnya harimau, penting baginya mengambil ancang-ancang ke belakang untuk meloncat jauh menuju mangsa yang dituju. Begitulah sejarah; kehadirannya menjadi kian berguna ketika sejumput cita-cita melayang-layang di udara. Namun, sering kali para sejarawan mengingatkan kepada kita bahwa sejarah adalah lautan yang tak bertepi, tak berbatas. Kitalah yang harus menentukan tepi itu, menemukan batasnya.

Sebagai seorang mualaf sejarah kebantenan, saya memang tak terlampau mahfum untuk membincangkan nilai-nilai filosofis yang bisa kita baca dari kehadiran pangeran Surya atau yang lebih kita kenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa di Banten ini. Apalagi jika dikaitkan dengan persoalan pendidikan yang nantinya mungkin diejawantahkan dalam corporate culture Untirta. Setelah jargon menuju World Class University duhai, makhluk apa pula corporate culture itu?

Banten dalam Sastra Dunia
Sebelum menyoal Sultan Ageng Tirtayasa dan segala yang melingkupinya, saya akan mulai membincangkan Banten dalam perspektif sastra. Sastra saya jadikan sebagai alternatif untuk menukil Banten, karena di dalam pendekatan terbaru seperti pendekatan New Historicism misalnya, maka sastra memiliki kaitan intertekstual dengan sejarah. Hal ini diakui oleh sejarawan terkemuka, Asvi Warman Adam, yang dikutip dari pernyataan Louis A. Montrose dengan istilah: membaca sastra sama dengan membaca sejarah, membaca sejarah sama dengan membaca sastra. Hal ini dimungkinkan karena sastra selalu bicara tentang kehidupan sementara sejarah adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.

Ditilik dari ranah sastra dunia, terutama di Belanda, Inggris dan Prancis, ternyata citra kesultanan Banten muncul semenjak 1610-1891. Hal ini bisa kita lihat dari tulisan Claude Guillot yang secara kronologis menjelaskan drama, novel maupun cerpen yang mengambil kutipan “Bantam” bahkan ada juga yang secara jelas menjadikan Banten sebagai setting dari cerita yang diinisiasi pengarangnya.

Pada tahun 1610, Ben Johnson, seorang kawan sekaligus seangkatan dengan Shakespeare, memunculkan kata “Bantam” di dalam dialog drama The Alcemist. Pada tahun 1683, Aprha Ben bahkan menuliskan judul cerpennya yaitu The Court of King of Bantam. Hal ini dimungkinkan karena setahun sebelumnya, para utusan Banten sempat bermukim di London dan membuat geger ibu kota Inggris. Hal yang paling menarik adalah munculnya sebuah karya yang ditulis Onno Zweir van Haren (1713-1779) berjudul Agon, Sultan van Bantam yang menceritakan perihal kemelut yang terjadi akibat peralihan kekuasaan dari Sultan Ageng atau Agung (Agon) kepada anaknya Abdul Kahar (Abdul, dalam drama itu) yang meminta bantuan Belanda untuk melanggengkan kekuasaannya melawan bapaknya sendiri. Penting untuk digarisbawahi, di dalam sandiwara lima babak ini, van Haren, justru memihak pada Banten, yang digambarkan sebagai negara yang patut dihormati sama seperti Belanda.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 594 | Refer: 0 | Print: 104 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
MASYARAKAT YANG KACAU – 27 Juli 2010 - 12:47
Ada Apa dengan Maya? – 05 Juli 2010 - 09:48
DEMOKRASI KULTUR POP – 10 Juni 2010 - 09:36
KEBUN SATWA INDONESIA – 11 Pebruari 2010 - 08:18

Sebelumnya:
EKSISTENSI KARYA SENI MELALUI MUSIKALISASI PUISI – 03 Agustus 2009 - 22:19
KEMENANGAN NYATA ANAK ANAK INDONESIA – 16 Juni 2008 - 06:14
PUISI ITU ADALAH TANGIS – 16 Pebruari 2008 - 19:15
KEMAH MENULIS RUMAH DUNIA – 05 Januari 2008 - 00:17
DIBALIK LAYAR KADO LEBARAN 4 DAN PELUNCURAN LUMBUNG BANTEN – 18 Oktober 2007 - 10:08

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004