About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Catatan Perjalanan

30 November 2005 - 04:14   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Artefak #13] PERTAMAKALI NAIK KAPAL
Jalan-jalan ke Palembang (2)

Oleh: Ibnu Adam Aviciena

Rencana ke Jambi Jum’at (28/10). Karena batal, kami langsung memutuskan pergi sore itu juga ke Palembang. Kata Gola Gong, “Besok saja abis sahur. Nyampe Lampung kalian pagi. Itu lebih baik. Kalian bisa lihat-lihat kota.” Well, kami nurut. Mungkin itu lebih baik. Daripada sampai Lampung tengah malam lalu kelimpungan. Jadi, malam itu kami santai-santai saja. Tetapi tidak lama kemudian, aku pengen beli sandal dan pakaian. Sebab, sebagain besar pakaianku aku bawa ke rumah. Aku kasihkan ke adikku. Itu aku lakukan karena aku harus ganti kostum. Rasanya kurang baik juga setelah lulus kuliah aku masih memakai pakaian kucel.

SENDAL
Maka, aku ditemani Rimba pergi ke Borobudur. Sialnya, aku memakai sandal sebelah-sebelah. Sebelah warnanya hijau, sebelah lagi biru. Sebelah ukurannya besar, sebelah ukurannya kecil. Sebelah masih bagus, sebelah lagi sudah hancur. Waktu aku pakai aku santai saja. Maklumlah sering cuek. Eh, pas masuk ke swalayan itu aku malu juga. Gimana nih? Kata Rimba, “Daripada nggak pake sandal, pakai aja itu.” Ya sudah, aku pakai saja sandal sebelahan itu.

Di lantai dua, ketika sedang memilih sandal, beberapa kali Wanja, poeserta kelas menulis Rumah Dunia angkatan kelima, bertanya lewat SMS: kalian sudah sampai mana? Aku jawab: We are still in Serang. Aku kasih tahu juga bahwa kami tidak jadi ke Jambi. Lalu dia kasih saran agar kami berangkat saat itu juga. Sampai stasiun Tanjungkarang menjelang subuh, katanya. Pagi-pagi pukul delapan berangkat ke Palembang. “Masalahnya kereta ke Palembang hanya dua kali sehari, pagi dan malam. Kalian ngambil yang pagi.”

Aku bergegas membeli sandal dan satu potong pakaian. Kami langsung pulang, merapikan kebutuhan: pakaian, buku catatan, pulpen, sikat gigi, charger, dan satu dua bahan bacaan. Saat itu sudah pukul 11. Kami langsung kirim SMS ke Mbak Tias bahwa kami berangkat. Ke Enek kami pamit. Dianter Deden kami naik motor ke Patung, “halte” bis di dekat terminal menuju Cilegon dan Merak.

KAPAL
Sejak SBY menaikan BBM, semua harga naik berlipat. Ongkos sebagai dampak langsung dari kenaikan tersebut naik tidak tanggung-tanggung. Ke Merak biasanya cuma dua-tigaribu rupiah, sekarang limaribu. Turun dari bis langsung ke pelabuhan. Ongkos menyebrang dari Merak ke Bakauhuni Rp7500. Di kapal petugas ngasih tahu bahwa kapal yang kami naiki kapal tambahan. Dan dermaganya berada jauh dari dermaga biasa. Di atas kapal, di tengah lautan, aku tidak melihat apa-apa, kecuali lampu-lampu di dermaga yang semakin menjauh dan bintang yang terserak di langit. Melalui SMS aku kasih kabar saudaraku bahwa aku sedang nyebrang dan akan pulang kampung setelah lebaran.

Halaman:  [ 1 ]  2  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1139 | Refer: 0 | Print: 158 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
PRAMOEDYA ANANTA TOER DI AUSTRALIA – 06 Mei 2006 - 01:18
ANTARA SERANG - DENPASAR – 17 Maret 2006 - 03:12
[Serang-Melbourne 1] DJI SAM SOE, EMPING, DAN IMIGRASI – 13 Maret 2006 - 03:34
[Bandung] JALAN-JALAN KE RUMAH DUNIA – 19 Desember 2005 - 17:29
[ARTEFAK#14] NAIK KERETA PALING LAMA – 19 Desember 2005 - 16:43

Sebelumnya:
[Artefak#12] PEJALAN – 12 November 2005 - 08:56
[Artefak#11] KULIAH JARAK JAUH DI BANTEN, DIBUTUHKAN TETAPI... – 25 Oktober 2005 - 00:43
[Artefak#10] APA YANG SEBETULNYA KUCARI? (Baduy, Karl Marx, dan Al-Ghazali) – 04 Agustus 2005 - 06:32
REPORTASE DARI PERKAMPUNGAN BADUY: AKU BERDIAM DIRI DALAM DIAM – 25 Mei 2005 - 13:26
[Artefak#9] GADIS PEMBAWA ALKITAB: APAKAH KITA MASIH MANUSIA? – 11 Mei 2005 - 07:23

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004