About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Jumat, 10 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Oleh Gol A Gong*
Seorang lelaki bertubuh kurus mematikan alat pemotong rumputnya. Telinganya terasa plong setelah sekitar 2 jam lebih dicekoki bunyi “gggrrkkkkkk…” mesin pemotong rumput. Rambut gondrongnya dikuncir. Keringat yang mengucur di wajahnya diusap dengan punggung...
08 September 2010 - 09:37
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Parade Karya

19 Desember 2005 - 17:19   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
TIGA PUISI KHUSNUL KHULUQI:    

1.
PEREMPUAN DALAM PERAHU

engkau perempuan yang kurindu
pergi dengan berkendara perahu
entah di mana engkau akan berhenti
sebab terlampau banyak tempat
untuk singgah di sungai ini

kampung-kampung jauh akan kaupijak
bersama air mata rindu
dan juga darah cinta
yang engkau bawa jauh dari pesisir
sepanjang hilir

aku akan sendiri di kota ini
melukis jejak matahari di taman
nasib tak bisa ditawar seperti membeli
seikat sayur di pasar kentut*
sebab nasib adalah suratan
yang tergambar ditapak tangan

engkau perempuan yang kurindu
yang kulepas pergi dengan berkendara perahu
karena aku cinta, aku akan menunggu
walau hati mesti bertarung rindu

2005
*Pasar Kentut adalah nama pasar di kota Palembang. Penjual dan pembeli umumnya etnis Cina.
***

2.
DI JEMBATAN MUSI

bulan kehilangan wajah
tak bisa bercermin
di arus sungai yang lelah

di bawah bebintang
perahu-perahu tetap berlayar
di janggut malam

di kolong jembatan
jejak-jejak ditatah
di antara pasir dan tanah

2005

***

3
LELAKI SUNGAI

“aku akan setia menunggu
sungai ini jadi saksi
akan sumpah yang aku
ucapkan,” katamu di suatu
masa. awal sebuah cerita

maka aku pun berlayar
ke negeri-negeri jauh
ke hilir sungai
untuk mencari peruntungan
bagi hidup hari ini
juga esok nanti

begitu aku percaya
akan sumpah setiamu
karena itu aku pergi
mengarungi derasnya Musi
tanpa sangsi di hati

bertahun ketika cerita ini
kugali lagi
aku pulang, berlayar ke asal
ke hululah perahu melancar
ke tempat dulu ditambat
perahu mendekat

hanya dingin pasir
gubuk kosong
dan senja kering
menyambutku

aku lelaki sungai
biasa bertarung dengan arus deras
dengan sengat runcing udara malam
bahkan dengan galak sinar matahari
maka, aku pun tak menangis
walau hati perih teriris

2005

***

BIODATA: Husnul Khuluqi, biasa dipanggil Lulu dilahirkan dan dibesarkan di kampung Krapyak, Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Puisi-puisinya dipublikasikan di berbagai media massa Indonesia juga Brunei Darussalam, seperti Swadesi, Pikiran Rakyat, Pedoman Rakyat, Analisa, Koridor, Suara Karya, Bandung Pos, Republika, Bahana, Media Indonesia, Jurnal Puisi dan Horison. Puisi-puisinya juga tergabung dalam antologi bersama seperti, Trotoar, Antologi Puisi Indonesia 1997, Pabrik, Cisadane, Cisadane 2, Jakarta Dalam Puisi Mutakhir, Resonansi Indonesia dan Bisikan Kata Teriakan Kota. Oktober mengikuti Mastera di Jakarta. Desember 1997 mengikuti PSN IX di Kayutanam, Sumatera Barat. April 1999 mengikuti PSN X di Johor Bahru, Malaysia. Desember 2003 mengikuti Temu Sastra Jakarta. Juli 2004 mengikuti temu Sastrawan MPU di Anyer, Banten. Beberapa puisi buruhnya sempat dibacakan pada rapat CAFO ( Conference of Asian Foundation and Organization ) juga pada Sastra Senja, DKJ. Aktif di Komunitas Sastra Indonesia. Sekarang tinggal di Serpong dan bekerja sebagai buruh pabrik benang di Karawaci, Tangerang.

***  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1320 | Refer: 1 | Print: 146 | Rate: 9.00 / 2 votes | Comment: 1)

Selanjutnya:
PUISI AJI SETIAKARYA – 17 Maret 2006 - 09:26
[Cerpen] Mata-Mata Dalam Kaca – 17 Maret 2006 - 08:52
PUISI GUS TF – 25 Januari 2006 - 19:35
PUISI JAMAL D. RAHMAN – 25 Januari 2006 - 19:33
TIGA PUISI WAN ANWAR – 25 Januari 2006 - 19:28

Sebelumnya:
PULANG DARI HAJI – 15 Desember 2005 - 06:22
BOM BALI DALAM PUISI – 02 Oktober 2005 - 02:33
LIMA SAJAK IBNU PS MEGANANDA – 22 Agustus 2005 - 18:42
LIMA SAJAK TOTO ST RADIK – 15 Juni 2005 - 17:15
TIGA PUISI ELFATRAH – 17 Mei 2005 - 10:21

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004