About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Selasa, 09 Pebruari 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Parade Karya
Pustakaloka
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
MAKNA FILOSOFIS LOGO ANEKA SWALAYAN
Oleh Muhzen Den
Setiap benda yang memiliki nama maupun warna, ada suatu makna yang tersembunyi di balik proses penamaan dan pewarnaan, sehingga ada nilai jual atau nilai filosofis dari benda-benda tersebut. Seperti halnya nama kita [manusia], pastinya memiliki sejarah dan maksud tertentu...
18 Januari 2010 - 12:08
Arsip... 
 Warta Relawan
BERMIMPILAH WALAUPUN KEADAAN TIDAK MENDUKUNG!
Oleh Lanang Sejagat
Khusnul Aeni atau lebih akrab dipanggil Baby oleh sesama temannya ini ternyata punya cita-cita ingin menjadi seorang desainer busana. Ia anak ke-tujuh dari tujuh bersaudara pasangan Asman dan Madiha. Keinginan untuk menjadi seorang desainer ternama itu berawal dari...
10 Januari 2010 - 14:30
Arsip... 
 Tips

25 Januari 2006 - 19:04   (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
MENGEMBANGKAN IDE BAGI CERITA PENDEK*
Oleh Ahmadun Yosi Herfanda

Kegiatan menulis, atau mencipta karya sastra, dimulai dari adanya ide. Begitu pula dalam menulis cerita pendek (cerpen). Ide adalah gagasan dasar yang menjadi landasan tematik bagi penulisan cerpen. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai unsur-unsur cerita, sejak alur, plot, sampai penokohan dan karakterisasi tokoh-tokohnya, menjadi sebuah cerpen yang seutuhnya.

Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu. Ada alur progresif (runtut), ada kilas balik (flash back), dan ada percampuran antar keduanya. Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action). Narasi adalah pelukisan yang dinamis, penggambaran gerak (action) tokoh-tokohnya, serta pergerakan benda-benda yang menjadi penyebab atau akibat aksi para tokoh cerita. Deskripsi adalah pelukisan suasana yang statis, cenderung tetap, seperti suasana kamar yang berantakan, atau bangunan yang luluh lantak oleh bom. Dialog adalah kata-kata yang diucapkan oleh tokoh-tokoh cerita. Ada dialog lahir (terucapkan), ada dialog batin (tidak terucapkan). Sedangkan laku/aksi adalah aktivitas fisik, gerakan anggota badan, dan perbuatan tokoh-tokoh cerita.

Berbeda dengan alur, plot adalah rangkaian sebab-akibat yang memicu krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks. Di dalam alur ada plot. Tapi plot bukanlah alur. Ibarat tubuh, alur adalah fisiknya, dan plot adalah ruh atau ‘kekuatan dinamis’ yang penuh gairah membangun konflik, atau mesin yang menggerakkan cerita ke arah klimaks dan ending. Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending). Di sinilah kecerdasan dan kearifan pengarang ‘diuji’ oleh persoalan yang diciptakannya sendiri, apakah ia mampu menemukan solusi yang cerdas dan arif sehingga karyanya mampu memberika sesuatu (something) kepada pembacanya.

Sedangkan penokohan adalah penciptaan tokoh-tokoh cerita yang dibutuhkan oleh tema dan plot. Contoh sederhananya: untuk tema cinta yang berakhir bahagia, misalnya, cukup dibutuhkan sepasang kekasih dan orang tua yang akhirnya merestui hubungan mereka. Tapi, untuk kisah cinta yang tragis, perlu diciptakan tokoh antagonis, yang membuat hubungan sepasang kekasih itu terbentur-bentur, mengalami krisis, dan berakhir getir. Di sinilah diperlukan apa yang disebut karakterisasi, yakni penciptaan karakter tiap tokoh cerita, agar mereka bisa menggerakkan plot. Karakter tiap tokoh digambarkan melalui narasi, deskripsi, dan dialog. Semakin tajam perbedaan karakter antar-tokoh cerita, akan makin tajam konflik yang terjadi, dan plot akan gampang bergerak ke arah krisis untuk menuju klimaks. Plot menjadi kental, penuh ketegangan (suspense), sehingga cerita tidak bergerak datar tapi dinamis.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  4  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 11006 | Refer: 0 | Print: 1705 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
[Nulis Yuk 5] RISET LAPANGAN DAN PUSTAKA MEMPERKAYA HATI – 21 Juni 2006 - 17:05
[Nulis Yuk 4] ALUR, PLOT, NARASI, DAN DESKRIPSI – 02 April 2006 - 19:34
[Nulis Yuk 3] MENGGALI KONFLIK LEWAT DIALOG – 02 April 2006 - 19:25
[Nulis Yuk 2] MENGGALI IMAJINASI DAN KONFLIK. – 09 Maret 2006 - 23:04
[Nulis Yuk 1]: JADI EDISON, SIAPA TAKUT! – 09 Maret 2006 - 22:59

Sebelumnya:
BELAJAR MENULIS PADA AL-QUR’AN (2) – 30 Desember 2005 - 19:57
BELAJAR MENULIS PADA AL-QUR’AN (1)* – 19 Desember 2005 - 17:44
LPPH MEMBUTUHKAN NASKAH NON-FIKSI – 02 Desember 2005 - 20:01
MENULIS KARANGAN ILMIAH POPULER – 22 Oktober 2005 - 02:31
FORMAT SKENARIO – 19 September 2005 - 08:21

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
LOMBA TULIS DAN BACA PUISI WONG CILIK #3
Agenda
Brankas:
PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-
Brankas
Catatan Perjalanan:
MENYUSURI SITUS BANTEN DENGAN SEPEDA ONTEL
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
MAKNA FILOSOFIS LOGO ANEKA SWALAYAN
Gerbang
Jurnal:
KMRD KE-15 PRAKTIK WAWANCARA DI ALUN-ALUN SERANG
Jurnal
Kelas Menulis:
BELAJAR DI RUMAH DUNIA MENYENANGKAN
Kelas Menulis
Kliping:
PANGERAN SURYA DAN UNTIRTA
Kliping
Lintas Komunitas:
ADANYA IKMC, ADANYA SEMANGAT PERUBAHAN
Lintas Komunitas
Parade Karya:
PARADE SAJAK KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-15
Parade Karya
Pustakaloka:
Lebak 181 Tahun Berkaca Pada Sejarah Untuk Membangun Daerah
Pustakaloka
Tips:
TIPS MEMILIH BAHAN BACAAN YANG TEPAT
Tips
Warta Relawan:
BERMIMPILAH WALAUPUN KEADAAN TIDAK MENDUKUNG!
Warta Relawan

© RumahDunia.Net Hari ini 282 pengunjung. Total 508.379 pengunjung sejak 24 Desember 2004