About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Sabtu, 11 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Oleh Gol A Gong*
Seorang lelaki bertubuh kurus mematikan alat pemotong rumputnya. Telinganya terasa plong setelah sekitar 2 jam lebih dicekoki bunyi “gggrrkkkkkk…” mesin pemotong rumput. Rambut gondrongnya dikuncir. Keringat yang mengucur di wajahnya diusap dengan punggung...
08 September 2010 - 09:37
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Tips

25 Januari 2006 - 19:04   (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
MENGEMBANGKAN IDE BAGI CERITA PENDEK*
Oleh Ahmadun Yosi Herfanda

Halaman sebelumnya Pengembangan ide dengan teknik dan unsur-unsur cerita seperti di atas lazim dipakai pada fiksi-fiksi realistik, yang masih meperhatikan pentingnya unsur-unsur cerita secara lengkap, serta mengenal runtutan cerita (alur) sejak pemaparan, krisis, klimaks dan ending. Kemampuan untuk mengolah tema melalui unsur-unsur dan teknik bercerita itulah yang menjadi kekuatan utama fiksi realistik. Namun, jenis-jenis fiksi simbolik, surealis, atau mosaik, sering tidak lagi memperhatikan kelengkapan unsur-unsur cerita tersebut, dan mencoba menggantikan kekuatan cerita itu dengan kekuatan lain, seperti kekuatan simbol (Danarto), teror logika (Putu Wijaya), keunikan imajinasi (Seno Gumira Adjidarma), atau pemberontakan estetik-tematik (Ayu Utami).

***

Jika ingin kreatif dan produktif, seorang pengarang cerpen (cerpenis) harus aktif, menggali, memburu dan menangkap bersitan ide cerita, yang sering disebut sebagai ‘ilham’ atau inspirasi. Inilah yang dilakukan oleh pengarang-pengarang ternama yang produktif, seperti Putu Wijaya, Emha Ainun Najid, dan Seno Gumira Ajidarma. Putu Wijaya bahkan pernah menyarankan, kalau perlu ‘perkosalah’ dirimu sendiri untuk kreatif dan produktif dalam mengarang.

Penyair Abdul Hadi WM pernah memberi saran kepada para pemula, ‘’menulis dan mulai menulislah, meski tidak ada ‘ilham’ di kepalamu. Ilham akan hadir atau mengalir saat engkau mencoretkan pena di atas kertasmu.’’ Dengan cara itu pula Putu Wijaya memperkosa dirinya sendiri, memaksa diri menulis dan terus menulis.

Jadi, sumber ilham sebenarnya ada dalam diri pengarang sendiri. Ia akan hadir dan mengalir manakala pena sang pengarang tajam menyentuhnya. Ia akan memancar manakala sang pengarang mau bekerja keras menggalinya, layaknya seorang penggali sumur yang memburu ‘mata air’ yang akan terus mengalir. Cara terbaiknya adalah dengan menulis itu sendiri.

Pengalaman hidup pengarang, penghayatan religiusitasnya, kekayaan intelektualnya, pengalaman beribadahnya, penderitaannya, kerinduannya pada sang kekasih, kesepiannya, kejengkelannya pada dunia di sekitarnya, kepekaan sosial dan politiknya, pandangan kritisnya terhadap tradisi dan modernitas, serta apa saja yang bergejolak di dalam diri sang pengarang serta reaksi batinnya terhadap berbagai fenomena di lingkungan sekitarnya, adalah lahan-lahan subur bagi lahirnya seorang bayi bernama ide cerita. Di lahan-lahan itulah sang ilham, inspirasi, atau ide cerita, biasa menggeliat atau melintas. Tinggal bagaimana kecekatan sang pengarang untuk menangkap dan mengolahnya menjadi karya sastra.

Tentu, sumber ilham juga bertebaran di lingkungan sekitar pengarang, di kampus, di balaikota, di hotal, di pasar, di masjid, perpustakaan, di dapur, di tempat tidur, warung kopi, di gang-gang kumuh, di trotoar-tortoar pertokoan, di persawahan, di kampung, di taman bunga, di pinggir kali, di panas terik pantai, di dalam kabut dingin pegunungan, di dalam gerbong kereta api, di dek kapal penumpang, kepadatan bus kota, dan di tengah kemacetan lalu lintas sekalipun.

Dari tebaran sumber ilham itu, yang diperlukan adalah kepekaan sang pengarang untuk menangkap isyarat-isyarat kreatif yang dilihatnya dan kemampuan imajinasinya untuk merekayasa serangkaian cerita, atau mata rantai imajinasi, dari isyarat-isyarat tersebut. Di kalangan penyair, isyarat itu biasa disebut sebagai sentuhan puitik (poetical touch), sedangkan di kalangan penulis fiksi biasa disebut sebagai sentuhan imaji (imagical touch).

Halaman:  1  [ 2 ]  3  4  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 12973 | Refer: 0 | Print: 1948 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
[Nulis Yuk 5] RISET LAPANGAN DAN PUSTAKA MEMPERKAYA HATI – 21 Juni 2006 - 17:05
[Nulis Yuk 4] ALUR, PLOT, NARASI, DAN DESKRIPSI – 02 April 2006 - 19:34
[Nulis Yuk 3] MENGGALI KONFLIK LEWAT DIALOG – 02 April 2006 - 19:25
[Nulis Yuk 2] MENGGALI IMAJINASI DAN KONFLIK. – 09 Maret 2006 - 23:04
[Nulis Yuk 1]: JADI EDISON, SIAPA TAKUT! – 09 Maret 2006 - 22:59

Sebelumnya:
BELAJAR MENULIS PADA AL-QUR’AN (2) – 30 Desember 2005 - 19:57
BELAJAR MENULIS PADA AL-QUR’AN (1)* – 19 Desember 2005 - 17:44
LPPH MEMBUTUHKAN NASKAH NON-FIKSI – 02 Desember 2005 - 20:01
MENULIS KARANGAN ILMIAH POPULER – 22 Oktober 2005 - 02:31
FORMAT SKENARIO – 19 September 2005 - 08:21

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004