About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Selasa, 09 Pebruari 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Parade Karya
Pustakaloka
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
MAKNA FILOSOFIS LOGO ANEKA SWALAYAN
Oleh Muhzen Den
Setiap benda yang memiliki nama maupun warna, ada suatu makna yang tersembunyi di balik proses penamaan dan pewarnaan, sehingga ada nilai jual atau nilai filosofis dari benda-benda tersebut. Seperti halnya nama kita [manusia], pastinya memiliki sejarah dan maksud tertentu...
18 Januari 2010 - 12:08
Arsip... 
 Warta Relawan
BERMIMPILAH WALAUPUN KEADAAN TIDAK MENDUKUNG!
Oleh Lanang Sejagat
Khusnul Aeni atau lebih akrab dipanggil Baby oleh sesama temannya ini ternyata punya cita-cita ingin menjadi seorang desainer busana. Ia anak ke-tujuh dari tujuh bersaudara pasangan Asman dan Madiha. Keinginan untuk menjadi seorang desainer ternama itu berawal dari...
10 Januari 2010 - 14:30
Arsip... 
 Parade Karya

25 Januari 2006 - 19:28   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
TIGA PUISI WAN ANWAR

Moh. Wan Anwar
1.
BEJALAN KE UTARA

berjalanlah lurus ke utara, di melintasi rimbun asam
dan masa silam, kau akan tahu darat dan laut
seperti bibir sepasang kekasih saling memagut
seperti maut yang tiap waktu terus beringsut

pulau-pulau kecil, tempat burung-burung hijrah
dari musim ke musim, gemetar di kejauhan
sisa bakau merunduk muram, kawanan ikan mengenangkan pertemuan
seperti penduduk yang dihantam gelombang daratan

berlayarlah dengan perahu kayu, menyisiri utara
mengendus panu para nelayan, kau akan bertemu kenyataan
sisa ikan busuk, ceceran solar, muatan kayu dari seberang
daki dan kapal inspeksi yang asing berputar-putar sendirian

berjalanlah terus ke utara, menyapa sunyi yang beranak di tambak
membayangkan pelabuhan kenangan masa silam

2005

***

2.
PERTANYAAN DI STASIUN KERETA

jika timur itu hari depan, mengapa laju kereta kembali ke masa silam
bahwa stasiun ini peninggalan residen, tentu saja kami tahu
juga deret pohon asam, irigasi, dan gedung-gedung pemerintahan

begitulah, bukankah tuan-tuan hanya sanggup membangun mall
jurang antara cahaya lampu kristal dan temaram perkampungan
kami hamba tuan-tuan, sudah lama bosan dalam penantian

tuan-tuan mengobral janji, mengganggu tidur dan mimpi kami
maka kini izinkan kami bertanya, peti-peti yang siang malam diangkut kereta
milik siapa? kemilau lampu di jalan raya untuk siapa!

kami tahu tuan-tuan tak akan menjawab, karena tuan-tuan
sedang meluncur ke masa silam, jadi izinkan kami mendakwa
kami tak tahan lagi mendengar dan menyaksikan mulut tuan-tuan
berbusa, nganga, dan amat hina

2005

***

3.
KASIDAH BANTEN

aku datang
tetapi dari mana aku datang
aku pergi
tetapi kemana aku pergi

kau sambut aku dengan kasidah
tempat berdiam segala kisah
kupersembahkan padamu denting kecapi
tempat sunyi menggali diri

dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa

karena aku telah datang
kauterima cinta di ujung pedang
karena kau telah menjemput
kuterima hatimu semurni maut

dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa

jika kau dan aku adalah rumah
rumah siapakah kita
jika kau dan aku jadi penghuni
siapakah yang akan kita hadapi

2005

***

Moh.Wan Anwar, lahir di Cianjur, kuliah di Bandung dan Jakarta, kini tinggal di Serang. Puisi, cerpen, dan eseinya dimuatkan di sejumlah koran dan majalah, antara lain: Pikiran Rakyat, Mitra Budaya, Bandung Pos, Suara Merdeka, Kompas, Republika, Media Indonesia, Suara Karya, Koran Tempo, Jurnal Puisi, dan Majalah Horison. Buku yang ditulisnya: Sebelum Senja Selesai (2002), Sepasang Maut (2004), Kuntowijoyo dan Dunianya (akan terbit pertengahan 2006), dan Batas Kesetiaan (manuskrip siap terbit).

*) Foto: Rimba Alangalang datang dari Banten Selatan, mencoba menggabungkan tradisi dan modernitas di dalam hidupnya. (foto Qizink)  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1248 | Refer: 0 | Print: 99 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
SELUSIN PUISI TOTO ST RADIK – 14 April 2006 - 20:25
PUISI AJI SETIAKARYA – 17 Maret 2006 - 09:26
[Cerpen] Mata-Mata Dalam Kaca – 17 Maret 2006 - 08:52
PUISI GUS TF – 25 Januari 2006 - 19:35
PUISI JAMAL D. RAHMAN – 25 Januari 2006 - 19:33

Sebelumnya:
TIGA PUISI KHUSNUL KHULUQI: – 19 Desember 2005 - 17:19
PULANG DARI HAJI – 15 Desember 2005 - 06:22
BOM BALI DALAM PUISI – 02 Oktober 2005 - 02:33
LIMA SAJAK IBNU PS MEGANANDA – 22 Agustus 2005 - 18:42
LIMA SAJAK TOTO ST RADIK – 15 Juni 2005 - 17:15

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
LOMBA TULIS DAN BACA PUISI WONG CILIK #3
Agenda
Brankas:
PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-
Brankas
Catatan Perjalanan:
MENYUSURI SITUS BANTEN DENGAN SEPEDA ONTEL
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
MAKNA FILOSOFIS LOGO ANEKA SWALAYAN
Gerbang
Jurnal:
KMRD KE-15 PRAKTIK WAWANCARA DI ALUN-ALUN SERANG
Jurnal
Kelas Menulis:
BELAJAR DI RUMAH DUNIA MENYENANGKAN
Kelas Menulis
Kliping:
PANGERAN SURYA DAN UNTIRTA
Kliping
Lintas Komunitas:
ADANYA IKMC, ADANYA SEMANGAT PERUBAHAN
Lintas Komunitas
Parade Karya:
PARADE SAJAK KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-15
Parade Karya
Pustakaloka:
Lebak 181 Tahun Berkaca Pada Sejarah Untuk Membangun Daerah
Pustakaloka
Tips:
TIPS MEMILIH BAHAN BACAAN YANG TEPAT
Tips
Warta Relawan:
BERMIMPILAH WALAUPUN KEADAAN TIDAK MENDUKUNG!
Warta Relawan

© RumahDunia.Net Hari ini 287 pengunjung. Total 508.379 pengunjung sejak 24 Desember 2004