About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Kamis, 02 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Parade Karya

25 Januari 2006 - 19:28   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
TIGA PUISI WAN ANWAR

Moh. Wan Anwar
1.
BEJALAN KE UTARA

berjalanlah lurus ke utara, di melintasi rimbun asam
dan masa silam, kau akan tahu darat dan laut
seperti bibir sepasang kekasih saling memagut
seperti maut yang tiap waktu terus beringsut

pulau-pulau kecil, tempat burung-burung hijrah
dari musim ke musim, gemetar di kejauhan
sisa bakau merunduk muram, kawanan ikan mengenangkan pertemuan
seperti penduduk yang dihantam gelombang daratan

berlayarlah dengan perahu kayu, menyisiri utara
mengendus panu para nelayan, kau akan bertemu kenyataan
sisa ikan busuk, ceceran solar, muatan kayu dari seberang
daki dan kapal inspeksi yang asing berputar-putar sendirian

berjalanlah terus ke utara, menyapa sunyi yang beranak di tambak
membayangkan pelabuhan kenangan masa silam

2005

***

2.
PERTANYAAN DI STASIUN KERETA

jika timur itu hari depan, mengapa laju kereta kembali ke masa silam
bahwa stasiun ini peninggalan residen, tentu saja kami tahu
juga deret pohon asam, irigasi, dan gedung-gedung pemerintahan

begitulah, bukankah tuan-tuan hanya sanggup membangun mall
jurang antara cahaya lampu kristal dan temaram perkampungan
kami hamba tuan-tuan, sudah lama bosan dalam penantian

tuan-tuan mengobral janji, mengganggu tidur dan mimpi kami
maka kini izinkan kami bertanya, peti-peti yang siang malam diangkut kereta
milik siapa? kemilau lampu di jalan raya untuk siapa!

kami tahu tuan-tuan tak akan menjawab, karena tuan-tuan
sedang meluncur ke masa silam, jadi izinkan kami mendakwa
kami tak tahan lagi mendengar dan menyaksikan mulut tuan-tuan
berbusa, nganga, dan amat hina

2005

***

3.
KASIDAH BANTEN

aku datang
tetapi dari mana aku datang
aku pergi
tetapi kemana aku pergi

kau sambut aku dengan kasidah
tempat berdiam segala kisah
kupersembahkan padamu denting kecapi
tempat sunyi menggali diri

dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa

karena aku telah datang
kauterima cinta di ujung pedang
karena kau telah menjemput
kuterima hatimu semurni maut

dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa

jika kau dan aku adalah rumah
rumah siapakah kita
jika kau dan aku jadi penghuni
siapakah yang akan kita hadapi

2005

***

Moh.Wan Anwar, lahir di Cianjur, kuliah di Bandung dan Jakarta, kini tinggal di Serang. Puisi, cerpen, dan eseinya dimuatkan di sejumlah koran dan majalah, antara lain: Pikiran Rakyat, Mitra Budaya, Bandung Pos, Suara Merdeka, Kompas, Republika, Media Indonesia, Suara Karya, Koran Tempo, Jurnal Puisi, dan Majalah Horison. Buku yang ditulisnya: Sebelum Senja Selesai (2002), Sepasang Maut (2004), Kuntowijoyo dan Dunianya (akan terbit pertengahan 2006), dan Batas Kesetiaan (manuskrip siap terbit).

*) Foto: Rimba Alangalang datang dari Banten Selatan, mencoba menggabungkan tradisi dan modernitas di dalam hidupnya. (foto Qizink)  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1592 | Refer: 0 | Print: 116 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
SELUSIN PUISI TOTO ST RADIK – 14 April 2006 - 20:25
PUISI AJI SETIAKARYA – 17 Maret 2006 - 09:26
[Cerpen] Mata-Mata Dalam Kaca – 17 Maret 2006 - 08:52
PUISI GUS TF – 25 Januari 2006 - 19:35
PUISI JAMAL D. RAHMAN – 25 Januari 2006 - 19:33

Sebelumnya:
TIGA PUISI KHUSNUL KHULUQI: – 19 Desember 2005 - 17:19
PULANG DARI HAJI – 15 Desember 2005 - 06:22
BOM BALI DALAM PUISI – 02 Oktober 2005 - 02:33
LIMA SAJAK IBNU PS MEGANANDA – 22 Agustus 2005 - 18:42
LIMA SAJAK TOTO ST RADIK – 15 Juni 2005 - 17:15

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
RISET, MEMBACA WAJAH, MENULIS RESENSI, DAN KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
PANEN RUMAH DUNIA
Jurnal
Kelas Menulis:
Pembukaan Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 16
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
MENULIS NOVEL BIOGRAFI ITU GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
BEDAH BUKU: MEMBACA BANTEN MEMBACA INDOSESIA
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004