25 Januari 2006 - 19:35 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
PUISI GUS TF     
Gus tf
INSOMNIA
Ini bukan apa-apa, Tuan, hanya sebilah kata
yang membuatku merasa aman bila malam tiba. Ia
yang menjagaku dari angan buruk, mengusir hewan
seperti kalong yang mencericit ramai di pelupuk
bergelantungan. Tuan lihat juga, bukan?
Ini bukan apa-apa, Tuan, hanya sebutir kantuk
yang setiap malam harus kureguk. Bukankah kenalan
Tuan (yang mengaku dokter itu) peramunya? Harus
kukatakan: ia mirip kalong juga. Menyedot darah
menggantungnya dalam kantung-kantung.
(Sebilah kata, sebutir kantuk) bukan apa-apa bukan,
Tuan? Tidurlah. Pagi, bila bangun, akan Tuan dapatkan
ia: kata oh, tumis kalong, menggeliat, mengepul hangat,
terhidang dalam piring sarapan Tuan. Duh, lezatnya
lezatnya mata Tuan yang menganga semalaman.
Jakarta, 2002
*) Gus tf lahir 13 Agustus 1965 di Payakumbuh, Sumatra Barat. Kolektor dan pekerja puisi, anggota redaksi Jurnal Puisi. Buku puisinya yang telah terbit: Sangkar Daging (Grasindo, 1997) dan Daging Akar (Penerbit Buku Kompas, 2005).
*) Foto: Mang Maryani, Arsitek Rumah Dunia, memanggul beban hidupnya dengan menjadi buruh bangunan. Kadang dia tidak bisa tidur memikirkan esok hari, apakah masih ada pekrejaan bagi dirinya. (foto Qizink)
 
|