07 Pebruari 2006 - 19:06 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[jurnal #163] ODE KAMPUNG DAN 4 PESTA
ODE KAMPUNG, NURUL HIKMAH TANGERANG, DEBAT PELAJAR, DAN EMPAT PESTA DI RUMAH DUNIA
Salam Rumah Dunia – Edisi 9 Februari 2006
Kamis (2/3) sore, di sekitar Rumah Dunia terjadi kesibukannya luar biasa. Beberapa remaja Komplek Hegar Alam; Albert, Rahmat, Feby, Tinton, Entis, dan Khalik, memasang umbul-umbul. Warga kampung Ciloang; Asman, Pendi, dan Sapit membabat rumput di tanah kosong untuk dijadikan tempat parkir. Warung-warung jajanan kampung berbenah diri. Para pelukis ”Persatuan Seniman Banten” (PSB) memasang lukisannya di rumah milik Makmun. Di halaman Rumah Dunia, 7 pekerja dari ”Favorite”; jasa penyewaan tenda dan kursi, memasang 2 tenda. Para relawan; Firman, Ibnu, Rimba, Muhzen, Roni, Aad, dan Ferry menjilidi buku kumpulan cerpen “Ode Kampung” yang dicetak Suhud Media Promo sambil mendengarkan talk show Gola Gong dan Aji Setiakarya di radio Dimensi FM.
TERIMA KASIH
Senja pun tiba. Usai Mahgrib, Boim Le Bon datang mengantar dua orang anggota Forum Lingkar Pena Palembang. Rizal menempatkan mereka di rumah Alpiah; persis di sebelah Rumah Dunia. Ridwan, relawan dari komunitas Rumah Pelangi, Magelang, sudah tiba sejak Kamis pagi. Kini Ridwan membantu para relawan menyempurnakan setting panggung. Dua batang gedebok pisang ditancapi sekitar 25-an ikat padi, dua gunung melatarbelakangi. Di sisi kiri panggung, bebegig – orang-orangan sawah, dipasang. Matahari menggantung di celah dua gunung dan 5 burung merpati berterbangan di langit. Gubuk petani di sisi kiri panggung. Obor-obor dari bambu dipasang di pintu masuk dan sudut-sudut plaza Rumah Dunia. Dan sekitar tengah malam, Acep Zamzam Noor, seniman asal Tasikmalaya tiba.
Fajar menjelang. Jumat (3/2) pagi, sekitar 12-an mahasiswa Universitas Sriwijaya, yang tergabung di Lembaga Pers Mahasiswa datang. Wanja, yang pernah ikut kelas menulis dan relawan Rumah Dunia, jadi guide mereka. Semalam mereka menginap di pelabuhan Merak. Wajah mereka tampak riang. Rimba dan Muhzen menempatkan mereka di rumah-rumah warga Komplek Hegar Alam dan Ciloang. Tidak lama, Munadi, lelak berumur 60 tahunan, pensiunan dosen Universitas Depok, datang. ”Ketika saya membaca ’Ode Kampung’ di koran, saya tertarik ikut. Saya kangen Serang. Saya berasal dari kampung Kaujon,” katanya mengenang. Kemudian berdatangan LK Ara (Bangka), Hagi (Wonosobo), Jambrong (Yogyakarta), dua mahasiswa asal Makasar, Denay dan 4 rekannya dari Komunitas Mnemonic Bandung, Gus tf (Payakumbuh), Isbedy (Lampung), Arman AZ (Lampung), dan Saut Situmorang (Yogyakarta), Irfan Hidayatullah (Bandung), Bambang Q-Anees (Bandung), Binhad Nurrohmat (Jakarta), Ahmadun Yosi Herfanda (Ciputat), dan Viddy AD (Jakarta). Paling surprise, 2 pelajar SMAN 1 Rangkasbitung datang diantar gurunya. Mereka menginap di rumah warga Ciloang.
Halaman: [ 1 ] 2  
|