14 Pebruari 2006 - 21:03 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Jurnal #164] TBM OH TBM
Perhelatan Ode Kampung betul-betul memeras tenaga Seminggu ini kami hanya memenuhi undangan sebagai pembicara, menerima satu-dua tamu dan rapat-rapat kecil evaluasi Ode Kampung. Pada Selasa (14/2) lalu, Gola Gong jadi pembicara di ”Pelatihan Bagi Pengelola Taman Bacaan Masyarakat”, 12 – 14 Februari 2006 di Hotel Patra Jasa, Anyer, Serang, yang diadakan oleh Dindik Banten. ”Promosi dan publikasi sangat penting. Selain liflet, brosur, menyebarkan jurnal di milis-milis, juga situs,” Gola Gong memaparkan. Dan yang paling penting lagi, keikhlasan para pengelolanya, yang tidak project minded atau money oriented.
BLOCK GRANT
Ada sekitar 56 TBM yang mendapat block grant sebesar 4 juta hingga 10 juta Rupiah dari Diknas Jakarta. Rumah Dunia tidak termasuk di dalamnya, karena dianggap tidak memenuhi persayaratan, yaitu mengajukan proposal. Ada 6 LSM yang mendapat kucuran dana, karena mengajukan proposal. Rata-rata TBM itu baru mereka bentuk ketika mendengar akan ada kucuran dana, terutama keenam LSM itu. Itulah hebatnya LSM, yang selalu piawai membuat proposal jika ada proyek ini-itu.
Kadang kami berpikir, pemerintah kita ini – lewat Diknas Pusat – terkesan main-main dan setengah hati dalam membangun percepatan ”Indonesia Membaca” lewat budaya literasi. Ukurannya hanya proposal, bukan kesungguhan hati dan karya nyata. Tapi, tidak apa-apa. Mari kita berprasangka baik. Mari kita doakan, semoga TBM-TBM itu berumur panjang dan uang rakyat yang disalurkan lewat APBN tidak menguap sia-sia. Dan mari kita dukung Dindik Banten untuk mengontrol ke-56 TBM itu, agar tidak gegabah mengemban amanah ini. Koran sebesar Radar Banten juga berkewajiban mengontrol mereka dengan cara mengumumkannya kepada para pembacanya.
Selasa sorenya, kami kedatangan 5 orang tamu dari majalah Sabili, Jakarta. Mereka selain mewawancarai para relawan seperti Toto ST Radik, Indra Kesuma, Ibnu, Aji, Deden, Roni, dan Ferry, juga menyumbang sekitar 7 buku. Mereka terkesan dan terinspirasi dengan keberadaan Rumah Dunia, yang sudah menjadi rumah perubahan bagi warga Banten.
DEBAT PELAJAR
Ya, tubuh boleh saja capek, tapi otak tetap harus dipergunakan untuk berpikir. Kegiatan-kegiatan selama 2006 yang sudah diagendakan tetap harus dikerjakan. Seperti Sabtu, 18 Februari nanti, pukul 14.00 WIB, debat pelajar antara antara SMA (Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Pandeglang dan SMAN 1 Cilegon (SMANCIL). Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari SMA CMBBS. Mereka siap tempur. “Kami akan melakukan yang terbaik,” kata Asep, Pembina Kesiswaan. “Kami akan menyerbu Rumah Dunia, membawa pasukan.”
Sedangkan dari SMACIL masih menunggu konfirmasi. Kami memohon maaf, karena setelah Ode Kampung, semua terabaikan. Terasuk kami terlambat mengirim surat permohonan kepada SMANCIL. Semoga saja SMANCIL bisa mengirimkan kabar. Jika SMANCIL tidak bersedia karena persoalan surat undangan yang mepet, debat pelajar ini akan kami undur. Tapi semoga saja tidak terjadi.
Halaman: [ 1 ] 2  
|