24 Pebruari 2006 - 14:33 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Jurnal #165] BANK NIAGA DAN KOMIK KUARK
“Menurutku, pemimpin yang baik adalah yang berkiblat pada akhlak Nabi Muhammad SAW,” kata Eka Nurhayati, siswi SMAN 1 Cilegon pada acara “Debat Pelajar: Pemimpin di Mataku” di Rumah Dunia, Sabtu (18/2). Eka kagum dengan segala suri tauladan Nabi Muhammad SAW. Dari mulai kebiasaan Beliau bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya, jiwa sosialnya yang peka, dan kedermawanannya pada sesama.
BAGUS
Dipandu Ibnu Adam Aviciena, debat kali ini antara SMAN 1 Cilegon versus Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Pandeglang. Acara debat dibagi 3 segment; pilkadal secara umum, proses pilkadal khususnya di Banten, dan pemimpin ideal di mata pelajar. “Acara ini bukan ajang mencari menang dan kalah, melainkan mencari penyelesaian masalah politik di Banten,” ujar Iwan K. Hamdan, MA, Kepala Sekolah CMBBS Pandeglang.
Pukul 16.30, acara yang dihadiri sekitar 45 pelajar diakhiri penyerahan bingkisan slipi (tas kampung dari anyaman pandan) yang berisikan buku dan beberapa pernak-pernik Rumah Dunia. “Acaranya bagus. Terus dikembangkan sebagai wadah gagasan pelajar,” ujar Hasan, guru kesenian SMAN 1 Cilegon.
BERBAGI KASIH
Debat pelajar telah berlalu, kini giliran 30 anak yatim dari Ciloang, Kubil dan Ciwaru berbondong-bondong ke Rumah Dunia, Minggu (19/2), pukul 09.00. untuk menerima santunan dan mendengarkan ceramah agama dari Majlis Taklim Nurul Himah, RW 08 kelurahan Bencongan, Curug Perumnas 2, Karawaci, Tangerang. Ini adalah satu cara memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1427 H. Setelah sambutan Kurnia Hidayat, Ketua RT Hegar Alam dan Ketua Panitia santunan anak yatim, Jumiarsih Sugiarto, acara diserahkan sepenuhnya kepada ibu-ibu majlis taklim Nurul Hikmah. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Meskipun kalian yatim, bercerminlah pada pribadi baginda Nabi Muhammad SAW yang tak pernah berharap ingin diberi!” nasihat Hj. Suarsih Surnata dalam ceramah agamanya.
Selesai siraman rohani, beberapa ibu-ibu dari tim qasidah Nurul Himah menghibur dengan tiga buah lagu. Masyarakat yang mendengar segera berdatangan. Suasana bertambah ramai. Pukul 11.00, ke-30 anak yatim satu persatu dipanggil ke panggung untuk menerima santunan sembako dan uang Rp 100.000/orang. Nenek Atisah, Ibunda Gola Gong, didampingi Ketua Majlis taklim, Hj. Rugayah Gumal membagi-bagikan santunan tersebut. “Ini sumbangan pribadi ibu-ibu majlis taklim Nurul Hikmah.” Ucap Hj. Rugayah Gumal, penggerak utama acara tersebut.
Halaman: [ 1 ] 2  
|