07 Maret 2006 - 23:03 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Jurnal #166] KOTAK MERAH HATI
Kotak Hati Merah Jambu dan Pesta Seni
Oleh Langlang Randhawa
Jumat Sore (3/3) terjadi kesibukan yang luar biasa di Rumah Dunia. Hari itu merupakan puncak persiapan menjelang detik-detik ”Empat
Pesta Rumah Dunia”. Di saat kami kelelahan datanglah serombongan tamu. Mereka disambut Nek Atisah dan Tias Tatanka. Tamu itu Ati Hartati Mulyawan, tinggal di kampung Kubil. Kata Nek, orang tua Ati teman seperjuangan di dunia pendidikan. Ati membawa dua keranjang kue tart dan satu parsel buah-buahan. Satu lagi kotak berwarna merah jambu, berbentuk hati. Ketika dibuka, masya Allah, didalamnya uang Rp 1.000.000,. Kami seolah diguyur air zam-zam! Kami mengucap syukur!
AIR BAH
Setelah Ati meninggalkan Rumah Dunia, sebuah pesan singkat masuk ke handphone Gola Gong. Pengirimnya Heri Erlangga. ”Saya sudah mentransfer uang Rp 500.000,- Semoga bermanfaat untuk Empat Pesta Rumah Dunia,” kata Ketua STIKOM Wangsa Jaya Serang itu. Heri juga akan memberi beasiswa bagi Muhzen Den, relawan Rumah Dunia asal Ciloang, untuk kuliah di STIKOM Wangsa Jaya.
Saat itu kami bersemangat sekali menyongsong “Empat Pesta Rumah Dunia”, 4 – 5 Maret lalu, karena banyak sekolah yang menghubungi kami, menyatakan kesediaan bergabung. Apalagi ketika Si Uzi memuat persiapan kami di Radar Yunior.
Sabtu (4/3) pun tiba. Set panggung belum selesai. Kami mengebut menyewa 50 kursi lagi di mesjid Ciloang. Bonang Purbaya, Rimba Alangalang, Peri Benggala, dan Wana Kelana menyelesaikan set panggung. Aji bergegas membeli balon dan kertas warna-warni. Kami semua saat itu belum mandi.
Pukul 08.00 para pengunjung bagai air bah berdatangan. Kami kelabakan juga, karena belum pada mandi. Mereka para guru SD dan murid-muridnya, yang akan mengikuti diskusi komik ilmiah ”Kuark”. Hafazhah, anggota DPRD Serang terselip mengantar anaknya. Sambil menunggu acara dimulai, mereka membeli buku di Kedai Buku Jawara. Gola Gong yang bersiap ke Bali, bersemangat menawarkan buku terbarunya; Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), yang kelak 25% dari royaltinya disumbangkan ke kas Rumah Dunia. Sekitar 33 buku ”Menggenggam Dunia” terjual. Mereka juga melihat-lihat 45 lukisan yang dipajang di ”galeri”. Anindi, siswi SD 6 Serang berteriak girang pada gurunya, “Bu guru, lihat itu lukisanku!”
Pukul 09.00 Peter Barzah didampingi Latifah Syarif, anggota kelas menulis angkatan ke-7 naik panggung. Anak-anak Ciloang menyanyikan mars Rumah Dunia, siswa-siswi TK Fajaria, Serang dengan drama anaknya, pementasan irama angklung TK Mutiara Bunda, Cilegon, dan pembacaan puisi siswa-siswa SDI Rhaudatul Janah, Cilegon. Yati dari Tomkins dan Evalube menyumbang satu unit komputer berikut printernya dan 5 pasang sepatu bari para relawan. Siwa-siswi SDI Rhaudatul Janah juga tidak mau ketinggalan, menyumbang 1 paket buku.
Halaman: [ 1 ] 2  
|