About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Kamis, 02 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Balada Si Roy

14 Juli 2006 - 00:36   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 14] JOE: RUH BALADA SI ROY

Di kesepuluh judul novel serial “Balada Si Roy” yang aku tulis, masing-masing memiliki emosi tersendiri. Aku sangat menikmati dan bahkan ketika menuliskannya di dalam kamarku di Komplek PDK, Palem 47 Penancangan, Serang, kadang ketiduran berbantalguling mesin tik portable merek Brother dan terbawa ke dalam mimpi. Balada Si Roy memang saat itu merasp ke pori-pori tubuhku dan bersemyang di dalah hati. Aku menuliskannya dengan hati dan memikirkannya setelah itu.

KENANGAN ITU HILANG
Mesin tik keramat itu masih ada hingga sekarang, nangkring di pojokan rak Perpustakaan Surosowan Rumah Dunia. Sedangkan kamarku sekarang sudah tidak ada lagi. Kamar yang penuh kenangan itu kini hilang.

Sejak 2004, Bapak dan Emak menjual rumah itu. Sebagian uangnya dipakai untuk membangun rumah mungil di tengah-tengah areal Rumah Dunia dan sebagian lagi untuk biaya berobat Bapak, yang kini lumpuh. Jika aku mengingat rumah itu, selalu timbul rasa penyesalan yang sangat dalam, karena tidak sanggup menyelamatkannya. Saat itu aku tidak punya uang. Masa remajaku berada di sana. Rumah itu adalah tetesan keringat dan darah Bapak dan Emak. Rumah itu dijual seharaga Rp. 70 juta. Sangat murah dibandingkan dengan nilai sejarahnya, dimana novel serialku; Balada Si Roy lahir di rumah itu, di sebuah kamar di lantai dua.

Ya, setiap judul ”Balada Si Roy” memiliki emosi tersendiri. Diibaratkan ruh, setiap judul memiliki ruh sendiri. Meminjam istilah para ahli sejarah, setiap judulnya mewakili masa periodiasi dari kehidupanku sendiri. Ketika sepulang dari pengembaraan mengelilingi Indonesia selama lebih dari setahun, di dalam kamar yang kini telah lenyap itu, aku duduk dikelilingi tumpukan ”buku harian”, yang aku kirimkan ke rumah di setiap kota di pelosok Nusantara.

Apa yang harus aku lakukan? Apa yang dititahkan W. Somerset Maugham, bahwa kalau ingin menjadi pengarang, pergilah ke tempat yang jauh, atau merantaulah ke negeri orang, lalu tulislah pengalaman-pengalaman yang didapat, sudah aku lakukan. Juga beragam teori mengarang sudah aku baca.

Lalu dengan diiringi suara Peter “Genesis” Gabriel dan Jim “The Doors” Morison, aku bacai lagi “buku harian” itu. John Lennon, Yess, bahkan The Rolling Stones dan The Beatlles menyelipku. Kadang aku berdebar-debar ketika membacai halaman demi halamannya. Masya Allah, aku terdiri dari banyak kisah! Ya, dari banyak kisah. Seperti halnya Multatuli, aku juga bakal dibaca.

REALITAS FIKSI
Dalam pengembaraan itu, aku menemui dan bahkan mengalami banyak kehilangan. Bisa muncul dariku atau juga dari orang. Betapa hidup ini sangat keras dan selalu saja Allah memberikan jalan keluarnya. Dari pelajaran langsung di kehidupan jalanan itulah aku banyak mendapatkan bab demi bab materi kemanuasiaan. Kadang buku-buku tidak penting lagi bagiku. Aku menmukan penulisnya berceceran di setiap jengkal kakiku; terhampar di depanku. Mereka menuliskannya dengan cara lisan. Mereka langsung memprakteknya di setiap nafas kehidupanku. Mereka adalah guru-guru bijaksanaku. Saat itu aku maklum, kenapa Sidharta Gautama memilih meninggalkan segala martabatnya dan memilih belajar pada kehidupan itu sendiri.

Aku yang saat itu menganggap, bahwa Al-Qur’an adalah karya besar Muhammad seperti halnya Kahlil Gibran, mulai merasakan bahwa Muhammad hanyalah manusia biasa sepertiku juga. Terlalu hebat jika Muhammad bisa merangkai kata demi kata yang terkandung di Al-Aqur’an. Terlalu sempurna. Al-Qur’an pasti lahir dari sebuah rahasia besar hidup ini. Dan pasti pembuatnya bukan sekedar seorang Muhammad, yaitu Allah SWT. Aku merasa bahagia setelah berhasil meyakini ini.

Halaman:  [ 1 ]  2  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 2954 | Refer: 0 | Print: 154 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 39)

Selanjutnya:
[Di balik layar 15] BAD BOYS – 19 Maret 2007 - 14:11

Sebelumnya:
[Di balik Layar 13] ROY REMAJA KAMPUNG – 25 Januari 2006 - 21:48
[Esaay 7] DI ANTARA ROY DAN SAIJAH, DIMANAKAH REMAJA? – 19 Desember 2005 - 17:15
[Di balik Layar 12] DEWI VENUS ITU... – 12 November 2005 - 02:18
[Di balik Layar 11] GANK RAT DI BALADA SI ROY – 03 Agustus 2005 - 20:09
[Di balik Layar 10] SUM-SUM BALADA SI ROY DAN AZETA – 06 Mei 2005 - 09:38

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
RISET, MEMBACA WAJAH, MENULIS RESENSI, DAN KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
PANEN RUMAH DUNIA
Jurnal
Kelas Menulis:
Pembukaan Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 16
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
MENULIS NOVEL BIOGRAFI ITU GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
BEDAH BUKU: MEMBACA BANTEN MEMBACA INDOSESIA
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004