|
06 Mei 2007 - 23:14 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
EMPAT REMAJA RUMAH DUNIA DIKLAT DI KARANG WIDYA BOGOR
Setelah Langlang Randhawa, sekertaris Rumah Dunia selama 10 hari mengikuti Diklat Pekerja Sosial Masalah Perlindungan Anak, yang diadakan di Balai Besar Pendidikan Dan Pelatiahan Kesejehteraan Sosial (BBPPKS) Lembang, Bandung .
Hari Minggu (6/5) kemarin, Rumah Dunia kembali melepas empat remaja Ciloang yang hendak mengikuti diklat pertanian yang diselenggarakan Yayasan Karang Widya, Cisarua, Bogor . Karang Widya adalah kebun belajar, juga komunitas bagi anak muda yang ingin maju dalam hal usaha sosial untuk pengembangan kewirausahaan . Keempat remaja Ciloang itu Ajat (19), Ujer (18), Baieti (27), dan Joani (23), selama tiga bulan mengikuti pendidikan dalam masalah pertanian, terutama bagaimana ihwal penanaman sayuran organik.
Tias Tatanka, Penasehat Rumah Dunia, dan relawan Rumah Dunia; Roni dan Awi, Minggu kemarin, melepas keberangkatan mereka. Tias memberi sepatah kata pembakar semangat bagi ke-empat remaja Ciloang . Pak RT Ciloang, Pendi, ikut mendampingi. “Petani bukanlah profesi hina. Petani adalah pekerjaan mulia. Andai tidak ada petani, maka laparlah orang kota ,” ujar Tias Tatanka sesaat hendak melepas mereka. Keempat remaja Ciloang sangat gembira mendapat kesempatan belajar. Rata-rata orangtua mereka adalah petani. “Saya ingin menambah pengalaman dan mengetahui bagaimana cara menanam yang baik,” ungkap Ujer, salah satu di antara mereka sesaat diminta harapan mereka mengikuti diklat tersebut.Acara pelepasan itu diakhiri do’a oleh Pendi. (*)
 
|