About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Gerbang

14 Mei 2007 - 23:46   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
NOVEL TERBARU GOLA GONG: LABIRIN LAZUARDI    

Penerbit TIGA SERANGKAI SOLO
Mempersembahkan

Novel Terbaru Gola Gong
LABIRIN LAZUARDI #1: LANGIT MERAH SAGA

”Namaku Lazuardi. Aku pergi jauh dari rumah, karena aku sedang memaknai perjalanan, yang bagiku ibarat labirin. Aku tak tahu kapan harus berhenti. Mungkin ketika aku yang terperangkap di dalam labirin kehidupan ini, sudah mengetahui jalan keluarnya,” kata Lazuardi saat diwawancarai oleh seorang wartawan.

***

Ini adalah perjalanan Lazuardi; dia seorang remaja gelisah yang meninggalkan rumah. Dia kecewa dengan situasi rumahnya yang bagai neraka. Di rumahnya semua orang melupakan Tuhan. Petualangan membawanya ke sebuah perkampungan kumuh di sepanjang rel kereta api. Orang-orang miskin, yang bekerja keras menyambung hidup tanpa memedulikan keharmonisan; mereka saling sikut, tendang, bahkan bunuh antar sesamanya. Judi, alkohol kelas rendah, dan kupu-kupu malam di sepanjang jalan adalah gambaran hari-hari mereka. Orang-orang miskin yang meninggalkan Tuhan. Orang-orang miskin yang bersekutu dengan ketidakadilan. Dia hampir putus asa ketika mendapatkan pengalaman hidup, bahwa semua orang bisa meninggalkan Tuhan; apakah dia kaya atau miskin. Tapi, berhasilkah dia keluar dari labirin kehidupan yang membelitnya?

Itu adalah verminan dari rwemaja Indonesia yang sedang mengalami krisis identitas. Terbukti, remaja bernama ”Lazuardi” datang kepada saya. Dia bisa kamu, teman kamu; dia remaja kaya, remaja kelas menengah, atau remaja kebanyakan di Indonesia, yang gelisah memikirkan masa depannya.

Dia bingung melihat arus globalisasi yang bagai air bah; dia tidak mampu membendungnya. Dia bahkan terseret arus. Dia tidak ingin menanggalkan baju identitasnya sebagai remaja Indonesia, tapi serbuan revolusi fashion, food, dan film dri negeri seberang lautan menterornya setiap saat.

Dia kehilangan arah; didepannya ada labirin dengan banyak jalan persimpangan. Dia tidak mengenal siapa itu Bung karno dan Bung Hatta yang rela dipenjara demi rakyat Indonesia, tapi lebih mengenal Che Guevara, lelaki Argentina yang dikenal sebgai pejuang di negeri Kuba. Che melawan Amerika, sementara remaja di negeri kita menuhankan segala yang berbau Amrika. Bahkan juga para orangtua kita!

Itulah, bagiku sangat menarik menuliskan kisah ”Lazuardi”. Bagiku dia adalah sosok remaja negeri ini, yang kebingungan dengan identitasnya. Remaja negeri ini yang tidak mengenal setiap jengkal buminya sendiri. Yang tidak pernah memakan ikan dari lautnya sedniri. Yang tidak memakan beras yang ditanam di negerinya sediri.

Impor, impor!
Semuanya serba IMPOR!

Maka, kutulislah kisah ”Lazuardfi”, remaja gelisah yang terjebak di dalam labirin kehidupannya! Yang mendambakan melihat fajar dan senja di cakrawala! Yang merindukan wangi lumpur dan harum padi menguning. Yang menginginkan rongga paru-parunya terisi udara pegunungan!

Maka, bacalah!
Adikku, sahabatku, kelak kamu akan menemukan, bahwa ”Lazuardi” adalah juga bagian dari dirimu sendiri. Jika begitu, mari kita sama-sama berkaca pada kisah ini. Kita semua maklum, bahwa kadang kesalahan selalu kita ulang-ulang. Kita lupa untuk belajar pada kesalahan.

Salam persahabatan!
Gola Gong
Rumah Dunia, 16 Januari 2007

***

Beberapa endorsmet tentang Labirin Lazuardi:

”Ini memang subyektif, karena saya istri Gola Gong. Tapi, saya adalah pembaca pertama novel serial “Lazuardi” ini. Saya juga pembaca “Balada Si Roy”. Maka, ketika membaca Lazuardi, saya merasakan kembali kehadiran spirit seperti di Balada Si Roy. Humanis, universal, hanya kali ini lebih kental suasana relijiusnya. Menggelindinglah, Lazuardi! Maknailah terus hidupmu!” (Tias Tatanka, penulis, pengelola komunitas Rumah Dunia)
***

Gola Gong adalah lelaki yang telah melihat dan mengalami banyak hal dalam hidup ini. Dan tempat-tempat yang mewah di berbagai kota dunia hingga kawasan-kawasan kumuh, tempat orang-orang melakukan berbagai cara hanya untuk sekedar bertahan hidup. Ia pun selalu mampu memotret berbagai sisi kehidupan dan menghidangkannya menjadi cerita yang mengalir, bahkan dramatis. (Irwan Kelana, cerpenis, novelis, redaktur senior harian umum REPUBLIKA)  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 9914 | Refer: 1 | Print: 177 | Rate: 8.25 / 4 votes | Comment: 8)

Selanjutnya:
PERNYATAAN SIKAP SASTRAWAN ODE KAMPUNG – 24 Juli 2007 - 19:56
ODE KAMPUNG 2: PESTA PERAYAAN KOMUNITAS – 19 Juli 2007 - 03:20
MEMBANGUN KAMPUNG DUNIA – 30 Juni 2007 - 20:16
KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI! – 23 Juni 2007 - 06:43
MENGHAPUS STIGMA “SADIGO” DAN DICARI PEMUDA BANTEN – 13 Juni 2007 - 02:31

Sebelumnya:
RUMAH DUNIA BUKAN KEINGINAN SATU MALAM – 19 Maret 2007 - 14:02
MIMPIKU BELUM SELESAI – 18 Maret 2007 - 00:39
PUTRIKU JADI PENGARANG – 12 Maret 2007 - 09:38
QUO VADIS, SASTRA SEKOLAH BANTEN! – 24 Januari 2007 - 05:27
PUTRIKU JADI PENGARANG – 09 November 2006 - 02:13

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004