About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Sabtu, 11 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Oleh Gol A Gong*
Seorang lelaki bertubuh kurus mematikan alat pemotong rumputnya. Telinganya terasa plong setelah sekitar 2 jam lebih dicekoki bunyi “gggrrkkkkkk…” mesin pemotong rumput. Rambut gondrongnya dikuncir. Keringat yang mengucur di wajahnya diusap dengan punggung...
08 September 2010 - 09:37
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Gerbang

30 Juni 2007 - 20:16   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
MEMBANGUN KAMPUNG DUNIA
Oleh: Ibnu Adam Aviciena*)

Sudah lima bulan aku ada di Belanda. Itu berarti sudah lima bulan aku meninggalkan kampungku Kampung Ciwangun Tengah, Sukajadi, Cibaliung, Pandeglang, Banten. Sudah lima bulan juga aku pindah dari Kampung Indonesia ke kampung Belanda. Selama itu pengalaman baru aku temukan, buku baru aku baca, cara pandang baru tentang dunia aku miliki, mimpi baru sudah aku susun untuk membangun sebuah kampung bernama Kampung Dunia.

Perjalanan hidupku aku mulai dari kampungku, bagian dunia yang menerima kelahiranku, kampung Ciwangun Tengah. Aku menghabiskan masa kecilku di sana, tempat aku memulai mengenal arti perkawanan dan arti kampung. Di sana pula aku belajar menanam padi, memelihara kambing dan ayam, juga belajar memasak, mengurus rumah dan kebun. Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyahku di sana. Di kampung ini juga aku belajar berkelahi dan berkawan.

Lulus Tsanawiyah aku pergi ke Menes untuk sekolah di Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar. Dunia baru aku temukan di sana. Selagi aku SD aku biasa mengaji di pesantren, tapi di Menes aku lebih dari itu. Selagi aku SD dan Tsanawiyah pernah ada teman perempuanku yang bilang cinta kepadaku dan aku kebingungan harus menjawab bagaimana, tapi di Menes aku yang bilang cinta dan aku merasa sangat bahagia hanya karena melihat dia, perempuan yang aku bilang cinta kepadanya, tersenyum kepadaku.

Dunia baru aku temukan lagi di Tangerang saat aku kuliah D1 dan mesantren. Di kampus itu untuk kedua kalinya aku bingung menghadapi perempuan yang bilang cinta kepadaku sambil menangis. Dan di pesantren itu aku bersama teman Aliyahku, sahabat baikku. Di pesantren itu aku punya teman santri yang kemudian mengajakku ke Serang, ke kampung yang memperkenalkan aku dunia berikutnya. Dunia yang aku habiskan selama lima tahun. Selama lima tahun entah sudah berapa orang aku lukai, entah sudah berapa orang juga melukaiku. Namun orang-orang di sana juga yang mengajariku mencintai kampung dan penduduknya.

Namun cinta itu juga yang membuat aku meninggalkan Serang, meninggalkan orang-orang yang aku cintai di sana. Aku harus pergi ke kampung yang lain, kampung yang aku bayangkan saat aku Tsanawiyah, saat aku menanam kopi di kebun bersama kakaku. Kampung yang lain itu bernama luar negeri. Perkiraanku terjadi, aku tidak akan bisa berangkat tahun pertama aku lulus kuliah. Perkiraanku yang lain juga terjadi, kalau tidak ke Kanada, Amerika, atau Prancis aku akan kuliah S2 di Belanda. Saat aku menuliskan mimpiku untuk kuliah S2 di Prancis di Kacamata Sidik aku ada perasaan tidak enak, tetapi mimpi itu sudah dijalani.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1480 | Refer: 0 | Print: 157 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
MEMBENTUK DAN MENCERDASKAN GENERASI BARU, BERMINAT? – 12 Januari 2008 - 04:15
JANGAN MATIKAN TV! – 19 Agustus 2007 - 03:38
PELAJARAN KEPADA ANAK – 02 Agustus 2007 - 20:57
PERNYATAAN SIKAP SASTRAWAN ODE KAMPUNG – 24 Juli 2007 - 19:56
ODE KAMPUNG 2: PESTA PERAYAAN KOMUNITAS – 19 Juli 2007 - 03:20

Sebelumnya:
KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI! – 23 Juni 2007 - 06:43
MENGHAPUS STIGMA “SADIGO” DAN DICARI PEMUDA BANTEN – 13 Juni 2007 - 02:31
NOVEL TERBARU GOLA GONG: LABIRIN LAZUARDI – 14 Mei 2007 - 23:46
RUMAH DUNIA BUKAN KEINGINAN SATU MALAM – 19 Maret 2007 - 14:02
MIMPIKU BELUM SELESAI – 18 Maret 2007 - 00:39

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004