About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Kliping

18 Juli 2007 - 12:36   (Diposting oleh: Firman Venayaksa)
KOMUNITAS RUMAH DUNIA DAN REGENERASI KESUSASTRAAN DI BANTEN
Oleh Firman Venayaksa

Dewasa ini, hiruk pikuk kesusastraan Indonesia disemarakan oleh pelbagai komunitas sastra. Pandangan para pengamat sastra dan pelaku sastra pun bervariasi. Sutardji mengungkapkan bahwa kecenderungan yang mewarnai kegiatan kegiatan mereka terutama ditentukan oleh visi sastra dan pandangan hidup dari tokoh-tokoh utamanya serta para pengelolanya. Ada komunitas yang cenderung pada kegiatan-kegiatan penampilan, penerbitan serta diskusi sastra dan seni relijius, ada komunitas yang cenderung agak "sekuler", ada pula yang lebih tertarik pada tradisi atau pada problem-problem setempat. Kemudian ia melanjutkan bahwa karakter individual para pengelolanya mewarnai "karakter" komunitasnya. Ada komunitas terasa sangat serius, terkesan ingin elitis, dan mencoba melakoni citra intelektual. Sebaliknya ada komunitas yang orang-orangnya lebih santai, lebih berupaya menikmati dan mensyukuri hidup dengan cara mencari dan menciptakan sisi gembira dari perih kehidupan, serta selalu bersikap kritis terhadap sesuatu yang berbau intelektual dan karena itu kelihatan sebagai komunitas yang anti-intelektual.

Pengamatan Sutardji terhadap komunitas sastra di Indonesia memang penting untuk dikaji lebih lanjut. Anggaplah ini sebagai paparan awal mengenai seluk beluk komunitas sastra. Sementara itu, Budi Darma memilih sikap yang berbeda dari kelahiran fenomena ini. Setelah melihat maraknya buku-buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas-komunitas sastra, ia menyebutnya sebagai ”kesemarakan yang tanpa prestasi estetik.” Lebih garang dari pernyataan Budi Darma, Saut Situmorang mengatakan bahwa komunitas sastra yang ada di negara ini hanya komunitas ”sastra arisanis” belaka. Namanya saja ”komunitas pengarang” tapi orientasi hidupnya bukan mengarang dalam kreatif kata tersebut, melainkan menunggu antrean arisan untuk diundang baca puisi atau baca prosa oleh komunitas sastra lain yang paling dominan kekuasaan uangnya. Pernyataan Saut ini lahir setelah membandingkan dengan komunitas lain dan menekankan pada politik sastra. Ia menegaskan bahwa komunitas pengarang yang sejatinya adalah perkumpulan sekelompok pengarang independen yang berideologi artistik yang sama, seperti yang kita kenal dalam sejarah peradaban Barat pada para pengarang Neo-Klasik, para pengarang Romantik, para pengarang Simbolis, para pengarang Ekspresionis, para pengarang Futuris, para pengarang Imagis, Dada, Surrealis, Absurd, Eksistensialis, Realis-Magis, Beat, L-A-N-G-U-A-G-E, Konkrit, Marxis, Feminis, Pascakolonial, Posmo…Dalam pemahaman lain Melanie Budianta mengakui bahwa kehadiran komunitas sastra pada awalnya terbentuk lebih karena ketidakmampuan mereka menembus mainstream. Dengan tegas ia mengatakan bahwa seorang pengarang tidak harus bergerak melalui komunitas sastra. Pengarang bisa saja bergerak seperti pengarang meteor dengan dukungan promosi yang baik. Pengarang seperti ini hanya dapat dilakukan jika memiliki akses terhadap mainstream.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  4  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 2227 | Refer: 0 | Print: 607 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 1)

Selanjutnya:
KEMAH MENULIS RUMAH DUNIA – 05 Januari 2008 - 00:17
DIBALIK LAYAR KADO LEBARAN 4 DAN PELUNCURAN LUMBUNG BANTEN – 18 Oktober 2007 - 10:08
SENIMAN TAGIH JANJI TAUFIK – 07 Agustus 2007 - 09:08
PESTA ANAK RUMAH DUNIA KELIMA DAN BEASISWA  – 02 Agustus 2007 - 22:15
PESTA SASTRA  – 25 Juli 2007 - 22:08

Sebelumnya:
PESERTA ODE KAMPUNG 2 – 03 Juli 2007 - 05:08
SMA NEGERI 49 JAKARTA DAN WAJAH GENERASI REMAJA MUDA KITA – 14 Mei 2007 - 23:07
PELATIHAN ACADEMIC WRITING – 14 Mei 2007 - 04:46
EMPAT REMAJA RUMAH DUNIA DIKLAT DI KARANG WIDYA BOGOR – 06 Mei 2007 - 23:14
PESTA RUMAH DUNIA KE - V – 09 Maret 2007 - 06:10

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004