About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Jumat, 10 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Oleh Gol A Gong*
Seorang lelaki bertubuh kurus mematikan alat pemotong rumputnya. Telinganya terasa plong setelah sekitar 2 jam lebih dicekoki bunyi “gggrrkkkkkk…” mesin pemotong rumput. Rambut gondrongnya dikuncir. Keringat yang mengucur di wajahnya diusap dengan punggung...
08 September 2010 - 09:37
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Gerbang

19 Juli 2007 - 03:20   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
ODE KAMPUNG 2: PESTA PERAYAAN KOMUNITAS
Oleh Gola Gong

Ode Kampung 2 yang kini digagas bareng bersama komunitas-komunitas di Banten; Gesbica, Cafe Ide, Forum Kesenian Banten, Kubah Budaya, Forum Lingkar Pena, Komunitas Sastra Indonesia, dan Rumah Dunia ternyata mengundang polemik. Beberapa SMS yang masuk mempertanyakan tema-tema diskusi yang cenderung menyudutkan sebuah komunitas (baca: Komunitas Utan Kayu) dan jenis sastra tertentu (sastra kelamin). Tema yang diangkat adalah ”Komunitas Sastra: Ideologi dan Estetika”. Indikasi itu ”dianggap ada” di nara sumber seperti Helvy Tiana Rossa dengan gerbong Forum Lingkar Pena yang mengusung sastra islami. Padahal ada nara sumber penyeimbang; Maman S Mahayana dan Kurnia Effendi.

***

DANA - TERBUKA
Bagi saya ”Ode Kampung” adalah pesta sastra (komunitas) bagi rakyat . Yang rakyat sastrawan mensubsidi kadar intelektualnya kepada rakyat yang bukan sastrawan. Kita duduk sama tak berharta, berdiri sama tak berdasi. Kita saling berjabatan tangan, tanpa merasa paling pintar dan paling benar, apalagi menepuk dada hingga batuk-batuk. Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia yang jadi Ketua Pelaksana ”Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra se-Nusantara” mengungkapkan harapannya di Republika Minggu (7/7), ”Yang meras sastrawan atau bukan, silahkan datang ke Ode Kampung 2!” Jadi undangan hajatan ini sudah secara terbuka disebarkan di mailing list-mailing list dan koran-koran. Siapa saja dipersilahkan datang.

Masalahnya, ada juga para sastrawan yang keberatan datang karena merasa tidak diundang. Tapi ada juga sastrawan yang secara sukarela datang. Ini persis siang dan malam. Tidak apa-apa, Barangkali permasalahannya – biasanya – adalah urusan dana. Ya, tidak semua sastrawan dikirimi undangan oleh panitia Ode Kampung. ”Dananya terbatas,” kat Firman. ”Setiap komunitas kami fasilitasi 2 orang saja. Sekarang sudah 47 komunitas dari Aceh, Padang, Palembang, Lampung, Jawa, Madura, Kalimantan, hingga Sulawesi. Untuk ongkos, masing-masing peserta menangung sendiri. Panitia membantu mengirimkan undanan, agar mereka bisa berkompromi dengan Pemda setempat.” Tidak apa-apa. Dihutuhkan kerendahan hati untuk menyikapi situasi dan kondisi seperti ini.

BERAGAM
Binhad Nurrohmat, sastrawan yang dikategorikan mengusung ”sastra kelamin” dengan bijak menganalogikan hajatan Ode Kampung ”Seperti haji, bagi boemiputra dan boemiputri yang mampu silahkan pergi. Tak puas uang tak kembali. Masih ada haji tahun depan.” Dan Binhad berharp, ”Semoga bisa meredakan cekcok sastra akhir-akhir ini. Musuh utama sastrawan yan paling berbahaya adalah diri sendiri, bukan kelompok atau orang lain.”

Halaman:  [ 1 ]  2  3  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1325 | Refer: 0 | Print: 213 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
MELESTARIKAN ALAM KEMBALILAH KE LULUHUR – 27 Pebruari 2008 - 01:46
MEMBENTUK DAN MENCERDASKAN GENERASI BARU, BERMINAT? – 12 Januari 2008 - 04:15
JANGAN MATIKAN TV! – 19 Agustus 2007 - 03:38
PELAJARAN KEPADA ANAK – 02 Agustus 2007 - 20:57
PERNYATAAN SIKAP SASTRAWAN ODE KAMPUNG – 24 Juli 2007 - 19:56

Sebelumnya:
MEMBANGUN KAMPUNG DUNIA – 30 Juni 2007 - 20:16
KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI! – 23 Juni 2007 - 06:43
MENGHAPUS STIGMA “SADIGO” DAN DICARI PEMUDA BANTEN – 13 Juni 2007 - 02:31
NOVEL TERBARU GOLA GONG: LABIRIN LAZUARDI – 14 Mei 2007 - 23:46
RUMAH DUNIA BUKAN KEINGINAN SATU MALAM – 19 Maret 2007 - 14:02

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
KISAH SI PEMOTONG RUMPUT ALIAS SENIMAN PLAT BAJA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004