About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Senin, 06 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Ode Kampung
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Pustakaloka

26 Juli 2007 - 12:59   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
KEMISKINAN, KLENIK, DAN RELIJIUSITAS
Catatan Ringan “Badai Laut Biru” Karya Ahmadun Yosi Herfanda:

Oleh Gola Gong
Seusai hajatan “Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra se-Nusantara”, 20 – 22 Juli di Rumah Dunia, sepulang kerja di hari Senin (23/7), saya meluncur ke Mambruk hotel, Anyer, Serang, Banten bersama Ruby Achmad Bhaedowy dari Forum Kesenian Banten. Kami diundang jadi juri lomba penulisan cerpen tingkat SLTP se-Provinsi Banten yang diselenggarakan Dindik Banten. Sambil menunggui kelimabelas peserta menuliskan cerpennya, saya melihat Ruby membawa buku “Badai Laut biru” (BLB) karya Ahmadun Yosi Herfanda (AYH). Saya pinjam buku itu. Saya rebah-rebahan di kursi. Suasana yang santai, debur ombak, membuat saya larut saat membaca keduabelas cerpen AYH yang realis hingga surealis. Saya merengut, tersenyum dan tertawa. Saya bergumam, “Ahmadun sedang menertawakan Indonesia!”

NEGERI MISKIN
Ya, AYH sedang menertawakan kita. Menertawakan prilaku kita yang munafik, kebodohan dan keangkuhan kita yang menduakan Tuhan, yang kikir saling sikut, saling berebut, dan saling mendustakan. Dengan menulis, saya pikir, AYH sedang melakukan terapi jiwa agar selalu bersemangat menyikapi kehancuran moral di negeri, yang pada kenyataannya gemah ripah loh jinawi aman tentrem kertaraharja hanya untuk sekelompok golongan saja. AYH sedang meninggalkan realitas di negri ini dengan masuk ke wilayah imajinernya, agar tidak jatuh sakit. Bukankah selama ini jika kita sakit selalu datang ke dokter dan menukar resep di apotik? Tapi, jika jiwa kita yang sakit apa obatnya? Rupanya bagi AYH menulis cepen adalah jalan lain menuju sehat dan saya sebagai pembaca bukunya seperti sedang meminum obat. Sembuhkah?

Jiwa saya sakit, kawan, jika memikirkan negeri yang carut-marut ini. Saya yakin Anda juga. Di buku Dr. Yusuf Al-Qaradhawi; ”Konsep Islam Solusi Utama bagi Umat” (Senayan Abadi Publishing, 2004), bahwa sistem liberalisme dan sosialisme adalah untuk membentuk keadaan ekonomi yang baik dan sempurna dengan mewujudkan peningkatan produksi dan keadilan distribusi. Kedua sistem itu berupaya mensejahterakan masyarakat; membuka lapangan pekerjaan dan upah yang layak, sehingga pemodal asing diperkenankan masuk. Tapi kenyataannya hanya isapan jempol belaka. Rakyat Mesir masih belum mandiri. Rakyat Mesir miskin dan masih mengandalkan impor dari negara lain, baik alat produksi, transportasi, maupun berbagai mesin industri. Ketika saya ke Kairo, Mesir, di bus-bus dan tempat umum, saya sering mendengar percakapan tentang sepak terjang Presiden mereka; Housni Mubarak yang jadi antek imprealisme. Bagi rakyat semua asal murah, walaupun mesti menggadaikan harga diri. Itu persis seperti yang terjadi di negeri ini sejak era Soeharto, bahkan kini SBY. Kita bersedia jadi keset bagi kaki mereka, yang penting segala keinginan terpenuhi tanpa memedulikan harga diri bangsa.

Di negeri kita buruh seperti sapi perahan dan petani serta nelayan tidak bisa menikmati hasilnya. Petani yang hanya minta harga gabah distabilkan, tapi pemerintah malah mengimpor beras dan nelayan gigit jari tak bisa melaut karena harga solar melambung. Sawah-sawah tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, malah berganti pabrik. Kelompok-kelompok umat Islam berseteru, dan kita saling curiga sesama anak bangsa karena perbedaan suku. Potensi-potensi ekonomi kerakyatan tidak pernah disokong oleh lembaga keuangan di negeri ini. Tampak sangat mencolok perlakuan mereka kepada pengusaha kelas kakap dengan pengusaha kecil yang notabene adalah pondasi ekonomi kerakyatan.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  4  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1991 | Refer: 0 | Print: 476 | Rate: 0.00 / 0 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
Setelah Mendirikan 3600 Perpustakaan, DIMANAKAH KAU JOHN WOOD? – 24 Desember 2007 - 06:19
Antologi Cerpen Gola Gong: MUSAFIR – 08 September 2007 - 08:10
Labirin Lazuardi 3: PUSARAN ARUS WAKTU – 26 Agustus 2007 - 13:52
JIHAD TERLARANG – 25 Agustus 2007 - 23:24
Fikar W. Eda: JAKARTA MELEBIHI BELANDA – 28 Juli 2007 - 00:46

Sebelumnya:
TAK MENGIJINKAN KITA BERISTIRAHAT DAN MENGHELA NAFAS.  – 05 Juli 2007 - 13:42
ODE KAMPUNG – 02 Juli 2007 - 05:33
BEBEGIG – 02 Juli 2007 - 05:21
RINDU SOSOK PEDULI LINGKUNGAN – 23 Juni 2007 - 03:13
LABIRIN LAZUARDI INKARNASI BALADA SI ROY – 16 Mei 2007 - 21:57

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
MINGGU INI, ADA KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
KADO LEBARAN RUMAH DUNIA PESTA UNTUK ANAK
Jurnal
Kelas Menulis:
KELAS MENULIS RUMAH DUNIA ANGKATAN KE-16 DIBUKA
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Ode Kampung:
ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Ode Kampung
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
KIAT MENULIS RESENSI BAGI PEMULA
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
MENULIS RESENSI BUKU DI NaRD
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004